Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan sambutan dalam tasyakuran HAB ke-80 Kemenag. Kesederhanaan peringatan tahun ini diutamakan agar dana dialokasikan untuk bantuan kemanusiaan. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80, Senin (5/1/2026), di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta, dengan tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Peringatan tahun ini berlangsung sederhana sebagai bentuk solidaritas bagi korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan, kesederhanaan HAB memungkinkan Kemenag mengalihkan sebagian dana kegiatan internal untuk bantuan kemanusiaan. “Kami dapat mengalokasikan bantuan signifikan untuk masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ke depan, Kemenag berharap terus mencerahkan kehidupan masyarakat,” kata Menag.
Bantuan disalurkan melalui Kemenag, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), masjid-masjid, termasuk Masjid Istiqlal. Hingga kini, total bantuan mencapai sekitar Rp155 miliar, termasuk Rp66,470 miliar dari APBN dan donasi ASN serta masyarakat.
Penyaluran dilakukan bertahap, memperhatikan kondisi lapangan yang masih terdampak banjir dan kerusakan infrastruktur. Target bantuan mencakup:
- 1.137 masjid terdampak
- 500 madrasah dan 357 pesantren
- 13 perguruan tinggi keagamaan Islam
- 11.202 guru madrasah, 1.122 tenaga kependidikan, dan 112.964 siswa
Hingga kini, 935 masjid telah dipulihkan, 435 madrasah siap melaksanakan kegiatan belajar, 9.000 mushaf Al-Qur’an tersalurkan, serta ribuan paket sarana pembelajaran, alat kebersihan, dan peralatan darurat telah diterima masyarakat terdampak.
Menag juga menyampaikan apresiasi kepada Dharma Wanita Persatuan Kemenag yang menggelar donor darah, berhasil mengumpulkan hampir 300 kantong darah untuk membantu masyarakat, termasuk di wilayah terdampak bencana.
Melalui peringatan HAB ke-80, Kemenag menegaskan komitmennya menumbuhkan semangat kerja ikhlas dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan upaya mewujudkan Indonesia yang damai dan maju.
Tasyakuran dihadiri Menag Nasaruddin Umar, Wamenag Romo Muhammad Syafi’i, mantan Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, pejabat eselon I–II, jajaran pegawai, serta tokoh lintas agama. (red)







Be First to Comment