Beras bantuan pemerintah disiapkan di pelabuhan Belawan sebelum diberangkatkan ke Nias oleh TNI AL. Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Suplai logistik ke Pulau Nias masih terbatas pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir. Terganggunya jalur distribusi membuat kebutuhan pokok masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, TNI AL mengerahkan KRI Banda Aceh (BAC)-593 untuk mengangkut 320 ton beras bantuan Bulog dari Belawan menuju Nias. Pengiriman melalui jalur laut ini dilakukan agar bantuan dapat segera menjangkau masyarakat terdampak bencana. KRI BAC-593 bertolak dari Belawan menuju Pulau Nias pada Jumat (19/12).
Beras Bulog tersebut akan disalurkan kepada warga di daerah terdampak banjir, khususnya wilayah yang akses transportasinya masih terhambat. Kehadiran KRI BAC-593 diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi logistik dan mencegah kelangkaan bahan pangan.
Sejumlah permukiman warga di Nias sempat terendam, beberapa ruas jalan dan jembatan mengalami kerusakan, serta aktivitas ekonomi masyarakat belum kembali normal. Warga di beberapa kecamatan masih bergantung pada bantuan pemerintah dan relawan.
“TNI AL akan memaksimalkan semua kemampuan yang ada untuk mendukung saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam. Kami selalu siap membantu, menyampaikan, dan mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak,” ujar Komandan Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) I, Laksamana Muda TNI Deny Septiana.
Lebih lanjut, Komandan Kodaeral I menegaskan bahwa pendistribusian logistik akan terus berlangsung secara bertahap, selama masih dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana.
“Kami dibantu TNI AL untuk mengirimkan cadangan beras pemerintah dari pelabuhan Belawan di Medan menuju Nias. Saat ini akses logistik utama dari Sibolga masih dalam perbaikan, sehingga pengiriman melalui jalur laut menjadi solusi penting,” kata Pimpinan Wilayah Perum BULOG Kanwil Sumut, Budi Cahyanto.
Bantuan beras yang diangkut KRI BAC-593 menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat Nias di tengah pemulihan pasca bencana. Langkah ini juga merupakan implementasi arahan Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto melalui Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. (red)







Be First to Comment