Press "Enter" to skip to content

Di Hadapan Ribuan Kepala Desa, Mentan Amran Tegaskan Pentingnya Aksi Nyata di Sektor Pertanian

Social Media Share

Para kepala desa se-Sulawesi Selatan antusias mengikuti arahan Mentan Amran dalam gelaran Jambore di Pakatto, Gowa. (Foto: Ist)

GOWA, NP — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan arahan penuh motivasi di hadapan ribuan peserta Jambore Kepala Desa se-Sulawesi Selatan yang digelar di Rindam XIV/Hasanuddin, Pakatto, Bontomarannu, Gowa, Jumat (12/12/2025). Dalam kesempatan itu, Mentan Amran menegaskan bahwa kunci kemajuan desa dan kemakmuran rakyat terletak pada kerja keras, kecepatan bertindak, dan keberanian melakukan terobosan.

“Kurangi narasi, perbanyak tindakan. Kalau kepala desa bergerak, pertanian bergerak. Kalau pertanian bergerak, rakyat sejahtera,” tegas Mentan Amran dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/12/2025).

Ia menekankan bahwa desa merupakan ujung tombak pembangunan pertanian, terutama dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Para kepala desa didorong untuk meninggalkan pola lama dan berani memulai inovasi yang dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, pemerintah pusat telah memberikan dukungan besar, termasuk target percepatan swasembada.

“Swasembada pangan adalah gagasan besar Bapak Presiden. Awalnya diberi target empat tahun, kemudian menjadi tiga tahun, dan kini dipercepat menjadi satu tahun. Insyaallah, ini akan kita capai sebentar lagi,” ujarnya optimistis.

Mentan Amran juga menegaskan bahwa hilirisasi adalah agenda strategis untuk memperkuat ekonomi pedesaan. Hilirisasi pertanian, katanya, harus dimulai dari desa sebagai pusat produksi sekaligus sumber bahan baku.

“Program Bapak Presiden menekankan hilirisasi. Anggaran sudah disiapkan, dan kami diperintahkan untuk mengawal. Kita memiliki banyak komoditas unggulan seperti kakao, mente, dan lada. Doakan tidak ada aral melintang,” ujarnya.

Ia menyoroti secara khusus komoditas kakao, di mana Sulawesi merupakan pemasok utama bahan baku nasional. “Kakao kita hebat, bahan bakunya dari Sulawesi. Mengapa kita tidak kuasai industrinya? Kita bisa menjadi negara superpower jika bahan baku kita olah sendiri,” tegasnya.

Menurut Mentan Amran, hilirisasi akan memperkuat ekosistem pertanian di desa, mulai dari perluasan areal tanam, penyediaan benih unggul, pembangunan irigasi, hingga penyediaan alat dan mesin pertanian. Dengan demikian, nilai tambah dapat tetap berada di desa dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kehadiran Mentan Amran disambut antusias para kepala desa. Asirah Rasyid, Kepala Desa Turu Adae, Kabupaten Bone, mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan desa.

“Terima kasih Bapak Menteri. Di desa kami ada bantuan 10 ribu bibit kakao, dan ke depan akan dibangun peternakan. Ini sangat berarti bagi masyarakat kami,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Hasnah Sultan dari Desa Manuba, Mallusetasi, Kabupaten Barru. “Terima kasih Pak Menteri. Kedatangan Bapak sangat memotivasi kami untuk bekerja lebih keras,” katanya.

Mentan Amran menegaskan bahwa perubahan besar dimulai dari desa, dan kepala desa adalah pemimpin garda terdepan yang menentukan arah pembangunan. Menutup arahannya, ia mengajak seluruh kepala desa memperkuat kolaborasi.

“Swasembada pangan tidak mungkin dicapai tanpa kebersamaan. Keberhasilan ini adalah keberhasilan kita semua,” tutup Mentan Amran. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *