Press "Enter" to skip to content

Prabowo: Rp308 Triliun Berpotensi Korupsi Jika Tak Dipangkas

Social Media Share

Presiden Prabowo Subianto Bersama Para Tokoh dan Jurnalis, Diskusi, Isu Strategis Nasional di Hambalang , Bogor. (Foto: Bakom)

JAKARTA, NP – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan di balik kebijakan pemangkasan belanja negara yang dinilai tidak efisien.

Ia menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk mencegah potensi korupsi dan menyelamatkan keuangan negara.

Dalam program “Presiden Prabowo Menjawab” bersama pakar dan jurnalis, Prabowo menyebut pemerintah telah menghemat anggaran sebesar Rp308 triliun pada tahap awal efisiensi.

“Keyakinan saya, Rp308 triliun ini jika tidak dipotong akan mengarah pada korupsi,” ujar Prabowo, (19/3).

Ia menjelaskan, penghematan dilakukan dengan memangkas berbagai pengeluaran yang dinilai tidak esensial, seperti kegiatan seremonial, pembelian alat tulis kantor, serta rapat dan seminar di luar kantor.

Selain itu, Prabowo menyoroti rendahnya efisiensi investasi nasional yang tercermin dari tingginya angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia, yang berada di level 6,5.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan negara lain di kawasan, seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

Menurutnya, tingginya ICOR menunjukkan Indonesia membutuhkan biaya lebih besar untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi, sehingga terdapat potensi inefisiensi anggaran hingga sekitar 30 persen.

“Artinya, ada ketidakefisienan yang cukup besar dalam pengelolaan anggaran kita,” katanya.

Prabowo menegaskan, efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah masih merupakan tahap awal. Ia menilai masih banyak ruang untuk melakukan penghematan, terutama pada belanja rutin yang tidak berdampak langsung pada masyarakat.

Dalam menghadapi tantangan ekonomi global, ia juga mendorong langkah-langkah efisiensi di berbagai sektor, termasuk kemungkinan penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH) dan pengurangan hari kerja.

Langkah tersebut, menurut Prabowo, pernah terbukti efektif dalam mengurangi konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi saat pandemi COVID-19. (red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *