Press "Enter" to skip to content

Bantu Pembangunan Yonif 761/KA, Pangdam XVIII/Kasuari Apresiasi Pemda, Kepala Suku dan Masyarakat Manokwari

Social Media Share

JAKARTA, NP – Saat meresmikan Yonif 761/Kibibor Akinting, Pangdam XVIII/Ksr Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, Kepala Suku Adat dan masyarakat Manokwari yang telah membantu pembangunan satuan yang berpangkalan di Distrik Warmare tersebut.

Hal tersebut disampaikan Kapendam XVIII/Ksr, Kolonel Inf Andi Gus Wulandri, S.I.P., dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis (29/8/2019).

Diungkapkan Kapendam, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau yang merupakan putra Papua kelahiran Serui itu memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah, Kepala Suku Adat, dan masyarakat yang telah membantu TNI AD, sehingga pembangunan Yonif 761/Kibibor Akinting berjalan dengan lancar.

“Oleh karena itu, dalam amanatnya, Pangdam berpesan agar para prajurit Yonif 761 senantiasa memelihara hubungan yang harmonis dan kekeluargaan baik sesama prajurit maupun dengan masyarakat Manokwari, khususnya di Distrik Warmare,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, lanjut Andi Gus, Pangdam mengingatkan seluruh prajurit Yonif 761 bahwa setelah diresmikan, maka mereka secara otomatis telah menjadi bagian Suku Arfak di Tanah Warmare.

“Ingat, Kalian sudah menjadi bagian dari anak adat Suku Arfak di Tanah Warmare ini,” ujar Andi Gus mengutip ucapan Jenderal berbintang dua itu.

Lebih lanjut dikatakan Andi Gus, kepada tamu undangan baik dari pemerintah, Kepala Suku Adat maupun masyarakat yang hadir, mewakili Pimpinan TNI dan TNI AD, Pangdam XVIII/Ksr juga memberikan penghargaan atas partisipasi, bantuan, upaya, kerja keras, dan kerja sama yang baik selama ini.

“Khususnya dalam penyediaan lahan Yonif 761/Kibibor Akinting seluas 60 hektar, yang kondisinya tidak hanya indah namun penuh bersejarah,”tegasnya.

Dikatakan Andi Gus, pembentukan batalyon yang diresmikan pada hari Selasa (27/8/2019) itu, merujuk pada Peraturan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor 18 Tahun 2019, tanggal 2 juli 2019, tentang penataan satuan dan pembentukan satuan baru jajaran TNI-AD.

Baca Juga  Andai Anda Pemabuk, Bersiaplah Jadi Mangsa Nyamuk

“Sesanti Batalyon, Kibibor Akinting berasal dari bahasa Hatam, dimana Kibibor berarti burung pintar atau lincah, dan Akinting berarti cerdas dan disiplin,” jelasnya.

Sebagaimana satuan TNI AD lainnya, ujar Andi Gus, batalyon yang di komandani oleh Mayor (Inf) Misael Marthen Jenri Polii ini memiliki simbol burung pintar Kibibor berwarna hitam sedang menggigit ranting, berada di dalam sarangnya yang berwarna coklat, kemudian senjata busur panah menyilang berwarna hitam dan diatasnya terdapat bintang berwarna kuning emas.

“Yang memiliki makna bahwa satuan dan prajurit Yonif 761 memiliki semangat, optimis dan kepercayaan serta kejayaan di medan tugas,” terang Andi Gus.

Sedangkan tunggul batalyonnya, lanjut Andi Gus, memiliki arti bahwa Yonif 761 merupakan tempat bagi prajurit-prajurit yang memiliki kecerdasan dan keterampilan dalam membangun kemampuan dalam menghadapi setiap ancaman, baik yang datang dari dalam maupun luar.

“Sebagai satuan infanteri, Yonif 761 mempunyai tugas pokok untuk mencari, mendekati, menghancurkan, menawan musuh, merebut dan menguasai serta mempertahankan medan, baik berdiri sendiri maupun dalam hubungan yang lebih besar dalam rangka mendukung tugas pokok Kodam Kasuari,” tandasnya.

“Dari pembentukan Batalyon ini, tidak hanya TNI AD dan Kodam XVIII/Ksr, keberadaan Yonif 761 ini mampu membantu dan berkontribusi positif terhadap jalannya pembangunan pemerintahan di Kabupaten Manokwari demi meningkatkan kelancaran kesejahteraan rakyat, “tambah lulusan Akmil tahun 1997 itu.

Bagi TNI AD sendiri, menurut Andi Gus, diharapkan seluruh prajurit dapat terus memelihara dan meningkatkan kemampuan secara teknik, taktik kesiapan tempur satuan sesuai program dari komando atas, yaitu sebagai prajurit yang disiplin, tanggap, tanggon dan trengginas.

“Sebelum mengakhiri amanatnya, Pangdam berpesan agar, seluruh prajurit Kodam Kasuari, khususnya Yonif 761 dapat menjaga keteguhan, kesucian, dan keberanian serta semangat pantang menyerah, serta agar mampu membentengi diri dengan selalu memantapkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa,” pungkasnya. (Pen)

Baca Juga  Ragam Produk Olahan Bawang Merah dan Prospek Usaha