Press "Enter" to skip to content

Anugerah BAPETEN 2019, Efektifkan Pengawasan Ketenaganukliran

Social Media Share

JAKARTA, NP –Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN)  memberikan apresiasi bagi instansi yang instansi yang patuh dan mengikuti ketentuan peraturan perundangan ketenaganukliran melalui Anugerah BAPETEN 2019. Anugerah BAPETEN 2019 dibuka oleh Kepala  BAPETEN Jazi Eko lstiyanto.

“Pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir tidak hanya terkait dengan sanksi saja, tetapi juga pemberian apresiasi bagi instansi yang patuh dan mengikuti ketentuan peraturan perundangan ketenaganukliran,”kata  Kepala  BAPETEN Jazi Eko lstiyanto.

Dia mengungkapkan, Anugerah BAPETEN diberikan  kepada sejumlah instansi, baik yang bergerak di bidang kesehatan, industri serta beberapa pimpinan Kepala Daerah  yang mendapatkan predikat sangat baik melalui evaluasi yang telah dilakukan oleh BAPETEN.

Untuk mengetahui fungsi pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir optimal, BAPETEN  menentukan indikator yang terukur sebagai gambaran mengenai status keselamatan dan keamanan fasilitas melalui Indeks Keselamatan dan Keamanan Nuklir (IKKN) yang diperoleh melalui Laporan Hasil  Inspeksi (LHI) dan Laporan Keselamatan Fasilitas (LKF) serta partisipasi aktif dalam Perlindungan Pasien Radiologi melalui Sistem Informasi Data Dosis Pasien (Si-INTAN) dan implementasinya.

Anugerah BAPETEN 2019 dengan tema “Peningkatan Sinergi Pengawasan Keselamatan dan Keamanan Nuklir melalui Peran Aktif Pengguna” yang diadakan hari Rabu, 24 Juli di Jakarta ini, merupakan yang ke-5 kali diadakan. Pada tahun-tahun sebelumnya, acara ini dinamakan BAPETEN Safety and Security Awards (BSSA).

Pada tahun 2019 BAPETEN memberikan penghargaan kepada fasilitas dengan IKKN yang memenuhi syarat keselamatan dan keamanan berdasarkan pertimbangan status dan kondisi perizinan, tingkat penerimaan dosis pekerja dan periode pembacaan alat ukur dosis pekerja, respon tindak  lanjut terhadap kejadian kedaruratan, serta partisipasi aktif melakukan Perlindungan Pasien Radiologi melalui penginputan data dosis pasien ke dalam basis data Si-INTAN (Sistem INformasi daTA dosis pasieN).

Baca Juga  Peduli Ekonomi Masyarakat, 482 Mahasiswa UNPAD Ikuti KKN Tematik Kewirausahaan

Selain terhadap instansi dan perorangan, Anugerah BAPETEN juga diberikan kepada pemerintah daerah. Pemerintah daerah yang menerima Anugerah BAPETEN dipilih berdasarkan jumlah instansi penerima anugerah BAPETEN yang berada di wilayah pemerintah daerah tersebut.

“Tahun 2019 terdapat 304 instansi dan atau perorangan penerima Anugerah BAPETEN yang terdiri atas 18 pemerintah daerah, 89 fasilitas kesehatan, 171 fasilitas penelitian dan industri, 12 rumah sakit teraktif dalam perekaman dan pelaporan data dosis pasien, serta 14 pemakalah terbaik,”ujar Kepala BAPETEN.

Pemerintah daerah penerima Anugerah BAPETEN terdiri dari 8 pemerintah daerah tingkat provinsi, yaitu Provinsi DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Timur, D.I  Jogyakarta dan Banten.

Selain itu, 10 pemerintah daerah tingkat kabupaten/ kota yang menerima Anugerah BAPETEN adalah Kab. Bogor, Kota Batam, Kota Palembang, Kab. Gresik, Kab. Karawang, Kota Jakarta Utara, Kota Jakarta Selatan, Kota Semarang dan Kota Cilegon. (red)