Press "Enter" to skip to content

TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim Global Lewat IFR dan Latma Kakadu 2026

Social Media Share

TNI AL melalui KRI Raden Eddy Martadinata-331 terus menunjukkan komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan maritim sekaligus memperluas jejaring kerja sama global.(Foto: Ist)

AUSTRALIA, NP — TNI Angkatan Laut terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat diplomasi maritim internasional melalui partisipasi aktif pada International Fleet Review (IFR) dan Latihan Bersama (Latma) Multilateral Kakadu 2026 yang diselenggarakan di Sydney, Australia.

Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) menyampaikan, dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang diwakili oleh Pati Sahli Kasal Tingkat III Bidang Diplomasi, Hukum, Intelijen, dan Hubungan Internasional Laksda TNI Dr. Antonius Widyoutomo selaku Head of Delegation (HOD), didampingi Panglima Komando Armada II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya serta Atase Pertahanan RI untuk Australia Laksma TNI Novera Budi, menghadiri pelaksanaan IFR dalam rangka peringatan HUT ke-125 Royal Australian Navy yang digelar di Sydney Harbour.

“Partisipasi TNI AL dalam IFR dan Latma Kakadu 2026 ini merupakan wujud nyata komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama maritim internasional serta meningkatkan interoperabilitas dengan angkatan laut negara sahabat,” ujar Antonius Widyoutomo dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026).

Turut hadir dalam kegiatan IFR kali ini sejumlah pejabat tinggi Australia, antara lain Wakil Perdana Menteri Hon Richard Marles, Gubernur Jenderal Australia Ms. Sam Mostyn AC, Kepala Angkatan Bersenjata Admiral David Johnston AC RAN, Kepala Angkatan Laut Vice Admiral Mark Hammond AO RAN, serta Kepala Angkatan Darat Lieutenant General Simon Stuart AO, DSC.

Dalam kegiatan ini, TNI AL mengerahkan KRI Raden Eddy Martadinata-331 (KRI REM-331) yang dikomandani oleh Kolonel Laut (P) Andi Kristanto selaku Dansatgas Kakadu 2026. IFR diikuti oleh lebih dari 34 kapal perang dari 20 negara, antara lain Indonesia, Australia, Amerika Serikat, India, Singapura, Malaysia, Jepang, dan Kanada.

“Keikutsertaan KRI REM-331 tidak hanya membawa misi latihan, tetapi juga sebagai sarana diplomasi angkatan laut guna mempererat hubungan bilateral maupun multilateral,” tambahnya.

Usai pelaksanaan IFR, seluruh negara peserta akan melanjutkan rangkaian Latihan Multilateral Kakadu yang terdiri atas Harbour Phase dan Sea Phase. Pada Harbour Phase, yang berlangsung 22 hingga 24 Maret 2026, seluruh kapal perang akan sandar di Sydney untuk melaksanakan exercise brief, olahraga bersama, serta deck reception yang dihadiri perwakilan angkatan laut negara peserta.

Selanjutnya, Sea Phase akan dilaksanakan di Eastern Australia Exercise Area mulai 25 hingga 28 Maret 2026. Pada fase ini, KRI REM-331 bersama 21 kapal dari 12 negara akan melaksanakan berbagai serial latihan, meliputi peperangan anti-kapal permukaan, penembakan meriam 76 mm, peperangan anti-kapal selam, serta replenishment at sea (RAS).

“Melalui latihan ini, profesionalisme prajurit TNI AL akan semakin teruji, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai tantangan di laut,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi forum strategis yang mempertemukan para pimpinan angkatan laut dari berbagai negara untuk mempererat hubungan kerja sama, meningkatkan saling pengertian, serta memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan maritim kawasan.

Momentum ini juga dimanfaatkan TNI AL untuk memperluas jejaring kerja sama dan memperkokoh peran Indonesia dalam percaturan maritim global. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *