Press "Enter" to skip to content

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di Pelabuhan Bakauheni

Social Media Share

Barang bukti kulit ular piton dan kura-kura hasil penggagalan penyelundupan oleh TNI AL di Pelabuhan Bakauheni sebelum diserahkan kepada petugas karantina. (Foto: Ist)

BAKAUHENI, NP – TNI Angkatan Laut kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan pelabuhan sekaligus melindungi kekayaan hayati nasional. Tim Satuan Tugas Bawah Kendali Operasi (Satgas BKO) TNI AL ASDP Bakauheni di bawah jajaran Lanal Lampung berhasil menggagalkan upaya pengiriman satwa dan bagian tubuh satwa dilindungi melalui jalur penyeberangan laut di Sea Port Pelabuhan ASDP Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu malam (28/1/2026).

Pengungkapan kasus ini bermula sekitar pukul 19.50 WIB saat tim Satgas melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap satu unit kendaraan cold diesel box bernomor polisi B 9632 FFX yang dikemudikan oleh seseorang berinisial A, kendaraan pengangkut paket milik perusahaan ekspedisi. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan muatan mencurigakan yang diduga kuat merupakan satwa dan bagian tubuh satwa dilindungi.

Barang bukti yang diamankan berupa 445 lembar kulit ular piton yang dikemas dalam tiga kardus besar, dikirim dari Pekanbaru dengan tujuan Surabaya. Selain itu, petugas juga menemukan lima keranjang berisi kura-kura jenis kura-kura lokal dan kura-kura Afrika dengan total 32 ekor, yang dikirim dari Pekanbaru menuju Cirebon dan Denpasar.

Seluruh muatan tersebut tidak dilengkapi dokumen perizinan resmi sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga kuat dugaan merupakan bagian dari praktik perdagangan dan penyelundupan satwa dilindungi.

Selanjutnya, seluruh barang bukti diamankan dan diserahkan kepada Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Bakauheni, Lampung Selatan, untuk penanganan serta proses lebih lanjut sesuai peraturan perundang-undangan.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Lampung Kolonel Laut (P) Krido Satriyo U menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran TNI AL dalam menjaga keamanan pelabuhan. “Ini adalah komitmen TNI AL dalam menjaga pelabuhan sebagai objek vital nasional sekaligus melindungi kekayaan hayati Indonesia. TNI AL tidak akan memberi ruang bagi praktik perdagangan ilegal dan penyelundupan satwa dilindungi dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

TNI AL akan terus meningkatkan pengawasan dan memperkuat sinergi dengan instansi terkait guna menjamin keamanan laut serta mendukung upaya pelestarian sumber daya alam Indonesia dari berbagai bentuk kejahatan lintas wilayah, sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *