Press "Enter" to skip to content

Pererat Kerjasama dan Diplomasi, Direktur Intelijen Luar Negeri AL Korsel Kunjungi Koarmada I

Social Media Share

JAKARTA, NP – Untuk mempererat kerjasama dan hubungan diplomasi kedua angkatan laut, Direktur Intelijen Luar Negeri Angkatan Laut Korea Selatan Laksamana Muda Kim Hyunil melaksanakan kunjungan kehormatan ke Koarmada I, Rabu (28/9).

Laksamana Muda Kim Hyunil merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut Korea Selatan tahun 1988, dan kunjungannya ini merupakan kunjungan yang ke tiga sejak Kim Hyunil berdinas di AL Korsel, kunjungan yang pertamanya pada saat masih Kadet pada tahun 1987. Kunjungan Kim Hyunil didampingi oleh Atase Pertahanan Korea Selatan untuk Indonesia, Perwira Staff Kerjasama Asia, Perwira Staff Peneliti dan Staf Intelijen di Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Hubungan Korea Selatan dengan Indonesia semakin erat, tidak hanya hubungan di bidang militer, namun budaya Korea Selatan juga sudah banyak mempengaruhi gaya anak-anak muda saat ini. Demikian juga diharapkan budaya Indonesia akan semakin dikenal di Korea Selatan. Kim Hyunil mengatakan bahwa Indonesia meruakan tujuan wisata paling diminati masyarakat Korea, demikian juga mengenai investasi Korea Selatan memandang bahwa Indonesia merupakan mitra investasi yang sangat produktif.

Menyinggung mengenai pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia, Kepala Staf Koarmada I menyampaikan bahwa Indonesia telah membangun kekuatan pertahanan dengan membangun 3 Armada dan 3 Pasukan Marinir setingkat Divisi. Demikian juga Korea Selatan memiliki keinginan untuk mengembangkan kekuatan dengan manambah satu Armada dan satu Divisi Marinir dari kekuatan yang saat ini dimilikinya.

Layaknya Indonesia, Korea Selatan juga memiliki permasalahan kemaritiman yang kompleks, sehingga semakin memperhangat pembicaraan karena banyak kesamaan peran kedua angkatan laut. Bidang penegakan hukum di laut, Angkatan Laut Korea Selatan tidak terlalu berperan aktif kecuali diminta memberikan bantuan dalam penegakan hukum jika aparat sipil tidak mampu, dan jika pada kondisi perang maka isu penegakan hukum dan pengendalian keamanan di laut akan mutlak dikendalikan oleh angkatan laut. Issue yang sama juga mengenai illegal fishing, hal ini dilaksanakan kerja sama dengan negara asal nelayan tersebut untuk juga berperan aktif dalam upaya penanganan illegal fishing. Namun sampai dengan saat ini masih belum efektif.

Baca Juga  Dinilai Berprestasi, JAM Golkar Beri Dukungan ke Airlangga

Keduanya sangat berkeinginan untuk mencari peluang meningkatkan kerja sama, mengingat payung hukum kedua negara telah ada, diharapkan kerja sama kedua angkatan laut ini tidak hanya pada level pimpinan namun juga bisa sampai pada level teknis seperti pendidikan, pertukaran informasi dan latihan bersama.(Pen)