Press "Enter" to skip to content

Latihan Armada Jaya 2019, Kolinlamil Siapkan KRI Banda Aceh 593 dan KRI Teluk Bintuni 520

Social Media Share

JAKARTA, NP – Latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI Angkatan Laut yang melibatkan seluruh komponen Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) dalam penyelenggaraan operasi laut gabungan, operasi amfibi, operasi pendaratan administrasi, operasi pertahanan pantai dan operasi dukungan. Latihan Armada Jaya kali ini dilaksanakan dengan metode geladi posko pada tanggal 17 S/d 25 Juni Lalu di Surabaya dan dilanjutkan geladi lapangan atau manuver lapangan (Manlap) mulai tanggal 9 sampai dengan 17 Juli mendatang di Laut Jawa, perairan Kangean, Pulau Sapudi, perairan Asembagus, Situbondo dengan melibatkan berbagai jenis Alutsista TNI AL.

Komando Lintas Laut Militer sebagai Kotama TNI AL yang mengemban tugas melaksanakan Operasi Pendaratan Administrasi, menyiapkan dua unsur terbaiknya, yaitu KRI Banda Aceh 593 dan KRI Teluk Bintuni 520. Panglima Kolinlamil Laksda TNI Heru Kusmanto, S.E. M.M. yang dalam pelaksanaan latihan bertindak selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Pendaratan Administrasi (Pangkogasgabratmin) mengatakan bahwa KRI Banda Aceh 593 dan KRI Teluk Bintuni 520 merupakan kapal andalan Kolinlamil dalam berbagai kegiatan operasi dan latihan, oleh karena itu dalam menghadapi latihan puncak TNI AL ini, Kolinlamil telah memantapkan kondisi teknis kedua unsur tersebut, sehingga siap dalam manuver lapangan Latihan Armada Jaya ke-37 tahun 2019. Demikian kata Panglima saat inspeksi di KRI Teluk Bintuni 520 yang sandar di Dermaga Koarmatim, Surabaya pada hari Jum’at pagi.

Sedangkan KRI Banda Aceh 593 telah bertolak dari dermaga Kolinlamil menuju pangkalan awal di Surabaya, Kamis (4/7). Selama perjalanan menuju Surabaya, KRI Banda Aceh 593 akan melaksanakan serial-serial latihan guna memantapkan kesiapan sebelum pelaksanaan Manlap Armada Jaya. Sementara KRI Teluk Bintuni 520 yang berada di Pangkalan Surabaya, memantapkan kesiapan personel dan material dengan menggelar latihan tunggal di dermaga Ujung Koarmada II, Surabaya.

Baca Juga  Laga Persahabatan, ABK Layar Latih AAL Vietnam VS Prajurit Lantamal III

KRI Banda Aceh 593 adalah salah satu kapal perang jenis  Landing Platform Dock (LPD) yang dibangun oleh PT PAL di Surabaya dan mulai beroperasi pada Maret 2011. Kapal ini memiliki kapasitas angkut total sebanyak 344 personel, tiga unit Helikopter jenis Mi-2/Bel 412 di deck dan dua di hangar, dua unit LCVP, tiga unit Howitzer dan 21 unit Tank. Dengan luas 125 meter persegi, kapal ini dirancang secara khusus untuk mampu dipasang senjata kaliber 100 mm dan dilengkapi dengan ruang CIC (Combat Information Center) untuk sistem kendali senjata (Fire Control System) yang memungkinkan kapal mampu melaksanakan self defence dengan komunikasi kapal ke kapal untuk melindungi pendaratan pasukan dan kendaraan taktis serta tempur untuk pengendalian pendaratan helikopter.

KRI Teluk Bintuni 520 adalah salah satu kapal perang Kelas Angkut Tank (AT), jenis Landing ship Tank (LST) buatan PT Daya Radar Utama, diluncurkan pada September 2014. Kapal ini mampu membawa 10 unit MBT Leopard 2A4 yang berat tiap tank mencapai 62,5 ton. Sebuah lompatan besar, dimana sebelumnya LST TNI AL hanya mampu membawa tank ringan dengan berat belasan ton per Tank. Selain itu, KRI Teluk Bintuni 520 ini bisa membawa dua unit Helikopter, karena memang dibekali dua helipad dengan fasilitas hangar. Kapal dengan dimensi panjang 120 meter, lebar 18 meter dan tinggi 11 meter, mampu melaju pada Kecepatan 16 knot dengan dua main engine 2×3285 KW (Motor Pokok). Sementara persenjataan, mengandalkan meriam Bofors kaliber 40/L70 mm yang ditempatkan pada bagian haluan, dilengkapi kanon PSU kaliber 20 mm, serta dua unit SMB (senapan mesin berat) kaliber 12,7 mm.
Secara umum KRI Teluk Bintuni 520 diperuntukkan bagi 113 ABK (Anak Buah Kapal), enam orang kru helikopter, dan pasukan sebanyak 361 personel. Untuk mendaratkan pasukan ke pantai, kapal ini dapat membawa empat unit LCVP (Landing Craft Vehicle Personnel). Guna memudahkan loading logistik dan cargo, pada bagian depan anjungan (geladak haluan) juga dilengkapi crane. (Pen)

Baca Juga  Sukarela, Warga Morotai Serahkan Senpi Eks PD II ke Satgas Yonif 731/Kbr