Press "Enter" to skip to content

Polri Diminta Tak Keluarkan Izin Liga 1 2019

Social Media Share

JAKARTA, NP – Polri diminta tidak serta-merta mengeluarkan izin pertandingan, meski rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) untuk penyelenggaraan Liga 1 2019 sudah terbit.

Hal ini mengingat situasi dan kondisi keamanan di Tanah Air saat ini bak api dalam sekam menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019, 22 Mei nanti.

Menrut rencana, kick off atau pertandingan pembuka Liga 1 2019 akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (15/5) lusa.

“Saat ini kondisi keamanan kita dalam status Siaga I menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019. Sebab itu, Polri jangan serta-merta menerbitkan izin pertandingan Liga 1. Semua aspek harus dipertimbangkan dengan matang, terutama aspek keamanan,” ungkap Deny Setyo Lestono (33), suporter bola yang biasa menonton pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (13/5).

Ia justru mengusulkan agar kick off Liga 1 2019 diundur hingga dua pekan setelah pengumuman hasil Pemilu 2019, atau minggu kedua Juni 2019. Selain alasan keamanan, kata Deny, juga agar PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai pelaksana kompetisi melaksanakan kewajiban-kewajibannya, termasuk membayar utang ke klub-klub. “Lunasi dulu utang-utang LIB, baru kompetisi digelar,” ujarnya.

Dari data yang dihimpun, LIB masih memiliki utang untuk musim kompetisi 2017 dan 2018. Utang itu terdiri dari dana rating dan rangking Liga 1 2017 sekitar Rp 4 miliar, serta subsidi Elite Pro Academy kepada 18 klub Liga 1 2018 sekitar Rp 35 miliar.

Indikasi Suap?

Deny justru mempertanyakan langkah BOPI yang dengan mudah mengeluarkan rekomendasi penyelenggaraan Liga 1 2019, sehingga melakukan semacam fait accompli terhadap Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian untuk mengeluarkan izin pertandingan. “Ini ada apa? Apa ada aroma suap?” tanyanya.

Baca Juga  Ketua DPR Minta Pusat Panggil Pemprov Papua Terkait Progres Pembagunan Arena PON XX 2020 

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia Ignatius Indro berpendapat, jika memang ada indikasi BOPI menerima suap terkait rekomendasi penyelenggaraan Liga 1 2019, maka harus diusut. “Kalau memang ada indikasi suap, harus diusut,” ujarnya, Senin (13/5/2019).

Diberitakan, rekomendasi BOPI dikeluarkan pada Jumat (10/5/2019) pukul 14.00 WIB. Surat tersebut diserahkan langsung Ketua BOPI Richard Sambera kepada Direktur PT LIB Dirk Soplanit di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta.

Rekomendasi tersebut dikeluarkan BOPI setelah pihaknya selama 30 hari melakukan verifikasi ke klub-klub peserta Liga 1 2019. BOPI menilai kompetisi musim ini bisa digelar. Sayangnya, utang LIB untuk dua musim sebelumnya tidak dilihat oleh BOPI. Permasalahan utang kompetisi musim lalu yang kini masih ditunggak oleh LIB, dinilai BOPI merupakan permasalahan internal LIB. (rel/her)