Press "Enter" to skip to content

Satgas Yonif R 408 Kembali Gagalkan penyelundupan 500 Liter BBM ke Timor Leste

Social Media Share

JAKARTA, NP – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Sektor Timur Yonif Raider 408/Sbh, kembali menggagalkan 500 Liter Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah ilegal, yang diduga akan diselundupkan ke Timor Leste.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 408/Sbh, Mayor Inf Joni Eko Prasetyo S.I.P., dalam rilis tertulisnya, di Belu, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (27/7/2019).

Diungkapkan Dansatgas, penyelundupan BBM jenis minyak tanah ini berhasil digagalkan oleh Pos Nunura Kipur II Satgas Yonif Raider 408/Sbh.

“Penggagalan penyelundupan ini berawal dari informasi yang diberikan oleh warga Kampung Bundaran, Desa Tohe, Kecamatan Raihat, pada Jumat (26/7/2019) yang melihat beberapa orang tidak dikenal menggunakan sepeda motor mengangkut beberapa jerigen dari arah kampung menuju kebun miliknya yang tidak jauh dari sungai perbatasan Indonesia dengan Timor Leste,” ujarnya.

Mendapat informasi tersebut lanjutnya, Danpos Nunura Letda (Inf) Nur Rosidi memerintahkan 7 orang anggota dipimpin Wadanpos (Sertu Bangun Ahad), melaksanakan pengecekan ke lokasi sesuai dengan laporan dari masyarakat tersebut.

“Sesampainya di lokasi, Tim langsung melaksanakan penyisiran dan menemukan tumpukan jerigen yang ditutupi dedaunan yang tersebar di 3 titik berbeda yang jaraknya tidak berjauhan,” tambah Joni Eko Prasetyo.

Di titik penemuan pertama kata Joni, ditemukan 8 jerigen ukuran 25 Liter, kemudian di titik penemuan yang kedua ditemukan 7 jerigen ukuran 25 Liter serta di titik penemuan yang ketiga ditemukan 5 jerigen ukuran 25 Liter.

“Sehingga kalau ditotal secara keseluruhan, total BBM yang berhasil diamankan sebanyak 500 liter,” terangnya lagi.

Joni Eko Prasetyo menjelaskan bahwa setelah dilakukan penyisiran di sekitar TKP, mereka tidak menemukan orang yang dicurigai ataupun diduga pelaku penimbunan BBM.

Baca Juga  Latihkan Kepemimpinan, Yonif 408 Gelar Outbond Pelajar di Perbatasan

“Diduga minyak tanah tersebut sengaja ditimbun oleh pemiliknya untuk diselundupkan ke negara tetangga, Timor Leste,” tandasnya.

Joni menyampaikan, keberhasilan penggagalan upaya penyelundupan ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang ada di sekitar perbatasan.

“Kepedulian dan kesadaran masyarakat begitu penting dalam menjaga wilayah agar bebas dari kegiatan yang melanggar hukum,” tegasnya

“ini tentunya tidak lepas dari kedekatan dan kepercayaan masyarakat kepada Satgas, sehingga sebagai satuan pengamanan di perbatasan dapat mengemban dan melaksanakan tugas dengan baik dan lancar,” tuturnya.

Kehadiran Satgas di perbatasan RI – RDTL jelas Joni, salah satunya adalah untuk mencegah terjadinya berbagai kegiatan ilegal di wilayah perbatasan.

“Kami berkomitmen akan terus membantu masyarakat, pemerintah setempat serta berbagai instansi terkait lainnya untuk meminimalisir terjadinya kegiatan ilegal di perbatasan, ” pungkasnya.

Barang bukti 500 Liter BBM jenis minyak tanah ilegal tersebut, saat ini diamankan di Mako Satgas sambil menunggu petunjuk selanjutnya dari pimpinan. (Pen)