Press "Enter" to skip to content

Pererat Toleransi dan Kerukunan Beragama, Pastor Proki Gelar Buka Bersama

Social Media Share

JAKARTA, NP – Sebagai bentuk penghargaan dan mempererat toleransi beragama, Pastor Proki Roni mengundang anggota Pos Ailala, Satgas 741/GN untuk menghadiri buka bersama di Dusun Fukafehan.

Tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 741/GN Mayor Inf Inf Hendra Saputra, S.Sos., M.M., M.I.Pol., dalam rilis tertulisnya di Miomaffo Barat, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (03/06/19).

Hendra menjelaskan, undangan buka puasa bersama ini sebagai bentuk apresiasi dimana beberapa waktu lalu, Pos Ailala telah membantu pengamanan acara keagamaan umat kristiani warga Fukafehan.

‘’Saat itu anggota mengamankan jalannya pengantaran patung Bunda Maria dari dusun ke dusun di wilayah desa Alas Utara selama satu minggu ini,’’ ujarnya.

‘’Selain itu juga, dibeberapa kesempatan anggota pos selalu hadir saat warga membutuhkan. Sebagai ucapan rasa terima kasih, masyarakat sengaja membuat acara buka puasa bersama tersebut,’’terangnya.

Acara yang berlangsung pada Minggu (2/6/2019), lanjut Hendra di inisiasi oleh Ketua Adat Benyamin Suri, dihadiri pula oleh Pastor Proki Roni, tokoh adat, warga masyarakat dan perwakilan anggota Pos Ailala yang dipimpin oleh Danpos Sertu Yudi.

‘’Meski dikemas sederhana, namun acara tersebut sangat berarti karena semua bahan makanan dan yang memasak juga dari masyarakat, tapi untuk penyembelihan ayam, tetap diserahkan kepada anggota Pos yang beragama Islam,’’ kata Hendra.

“Ini momen yang indah, dimana toleransi beragama adalah kuncinya. Jika kita melihat sesuatu secara positif, kita bisa membuat perubahan positif di sekeliling kita,” paparnya menambahkan.

‘’Tujuannya, selain kita buka puasa bersama tentunya dibalik itu menjalin kebersamaan, memupuk tali persaudaraan antar sesama umat dan toleransi antar umat beragama di perbatasan Indonesia dan RDTL,’’ tandasnya.

Baca Juga  Bantuan di Padang, KKP Dorong Pemanfaatan Potensi Perikanan Bertanggung Jawab

Sambil menikmati santapan buka puasa, masyarakat dan prajurit membaur dan bercengkerama gembira menjalin komunikasi dalam suasana dan keakraban. Inilah wujud nyata hubungan kekeluargaan yang sangat harmonis di wilayah perbatasan RI dan RDTL. (pen).