Press "Enter" to skip to content

Percepat Produksi Benih, Balitbangtan Luncurkan Instore Dryer Bawang Putih di Kab. Tegal

Social Media Share

Peluncurkan Instore Dryer Bawang Putih. (ist)

JAKARTA, NP – Kementerian Pertanian melalui  Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) kembali meluncurkan Instore Dryer atau gudang pengeringan bawang putih/merah di Desa Tuwel, Kec. Bojong, Kab. Tegal, Jateng. Instore Dryer  nantinya akan dimanfaatkan oleh para petani bawang putih di sana.

Adalah Pekan Daerah (PEDA) Petani Nelayan Jateng 2019 di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Kesuwen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) Balitbangtan dengan Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan serta Bank Indonesia Kabupaten Tegal tentang “Implementasi Teknologi Instore Drying dan Penyimpanan Bawang Putih” .

Ikut menyaksikan  PKS tersebut  Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Bupati Tegal, UPTD, peserta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jateng dan seluruh undangan. Pada kesempatan itu juga dilakukan pula penyerahan bantuan Instore Dryer (ID) senilai Rp 208.000.000 dari Badan Litbang Pertanian kepada Kelompok Tani “Berkah Tani” yang diketuai oleh M. Maufur dari Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.

“Instore Dryer ini adalah alat atau gudang pengeringan untuk bawang putih yang berkapasitas 5-6 ton,” kata Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian  Dr. Prayudi Syamsuri, SP, M.Si kepada awak media di sela-sela acara  pembukaan acara PEDA Jateng.

Panen bawang putih. (ist)

Menurut dia,  keunggulan Instore Dryer ini antara lain dapat mempercepat pelayuan dan pengeringan bawang putih dari 10-15 hari pada musim hujan menjadi 2-3 hari. Tingkat kerusakan umbi bawang putih (busuk, hampa dan bertunas) pun sangat rendah, yaitu kurang dari 0.1%.

“Instore Dryer juga dapat mempercepat pematahan dormansi benih bawang putih dari 5-6 bulan menjadi 3 bulan dengan daya tumbuh benih >95% (setelah melalui vernalisasi), yang sangat penting untuk penyediaan benih bawang putih. Ini akan membantu petani agar tidak tergantung cuaca dan dapat menghemat lahan penjemuran hingga 75%. Biaya operasional jadi murah, “tegas Prayudi.

Baca Juga  Pencanangan BBGRM XIV Kalbar, Pangdam Ajak Galakan Budaya Gotong Royong
PEDA Petani Nelayan Jateng 2019 di Taman Teknologi Pertanian (TTP) Kesuwen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah .(ist)

Acara PEDA Jateng ditandai dengan panen bawang putih di desa Tuwel, Kec. Bojong, Kab. Tegal yang dilakukan oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng, Dra. Peni Rahayu, M.Si, Kepala Biro Infrastruktur & SDM, Dadang Somantri, Kepala BB Pascapanen, Dr. Prayudi Syamsuri, SP, M.Si, Kepala BPTP Balitbangtan Jateng, Joko Purnomo, serta pejabat Pemprov Jateng lainnya.

Usai itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke lokasi Instore Dryer untuk pelaksanaan launching oleh Kepala BB Pascapanen mewakili Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian.

Balitbangtan berharap Unit Instore Dryer  tersebut akan dimanfaatkan oleh kelompok tani Berkah Tani untuk meningkatkan kualitas bawang putih dan mempercepat produksi benih bawang putih.(rls)