Press "Enter" to skip to content

Menteri Susi Lepas Ribuan Mahasiswa KKN UGM ke 32 Provinsi

Social Media Share

YOGYAKARTA, NP – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Jumat (28/6) sore, melepas 5.000 lebih mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN – PPM) di 32 provinsi Indonesia. Tahun ini, dari 107 kabupaten/kota yang menjadi lokasi KKN-PPM, sebagian besar merupakan daerah pesisir dan kepulauan yang beberapa di antaranya merupakan lokasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), seperti Moa, Sebatik, Natuna dan Morotai.

Penempatan mahasiswa di lokasi SKPT ini menjadi salah satu wujud kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan UGM dalam lingkup kerja sama pemberdayaan masyarakat kelautan dan perikanan. Hal ini juga sejalan dengan semangat KKP dalam mewujudkan laut sebagai masa depan bangsa, memberdayakan masyarakat untuk terus menjaga dan mengelola sumberdaya laut dan perikanan secara berkelanjutan.

Menteri Susi menyampaikan, kontribusi generasi muda dalam hal ini mahasiswa sangat diperlukan guna pemberdayaan masyarakat, utamanya untuk menyikapi pertumbuhan surplus demografi saat ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “KKN akan menjadi suatu aktivitas yang dibutuhkan oleh pertumbuhan populasi kita, untuk mendidik, memberikan permberdayaan, sharing ilmu ter-updated terhadap situasi dan kondisi saat ini. Memberikan ilmu yang didapat dari universitas,” tutur Menteri Susi.

Menteri Susi menilai, KKN yang dilakukan dengan melibatkan mahasiswa dari 19 fakultas ini sangat penting karena menyinergikan berbagai bidang keilmuan untuk membuat satu aktivitas yang berdampak positif terhadap masyarakat secara menyeluruh (completed) dan terintegrasi (integrated). Hal ini menurutnya dikarenakan sebagian besar penduduk yang berprofesi nelayan banyak membutuhkan sentuhan pengetahuan-pengetahuan practical yang terkadang ilmunya belum mereka dapatkan.

“Kalau berbagai disiplin ilmu semua bersinergi, saya yakin pengembangan Indonesia ke depan akan lebih cepat dan tentunya akan memberikan dampak bagi pemberdayaan masyarakat, memeratakan kapasitas (SDM) dari bangsa kita,” jelas Menteri Susi.

Baca Juga  Diikuti Ratusan Peserta, Anggota Satgas Yonif 514/Pdw Juara Lari 5 km di Puncak Jaya

Lebih lanjut Menteri Susi menambahkan, kegiatan KKN yang dilaksanakan diharapkan dapat membawa filosofi keberlanjutan dalam tata kelola perikanan yang telah menjadi fokus KKP selama ini. “Di beberapa wilayah, masih banyak penangkapan ikan memakai metode bius dan dinamit. Itu juga harus menjadi salah satu tugas adik-adik semua untuk bisa membina masyarakat nelayan untuk tidak menangkap ikan dengan cara destructive. Ini bisa membahayakan karena sangat merusak lingkungan dan terumbu karang kita,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, Menteri Susi juga berpesan agar mahasiwa yang akan pergi ke daerah dapat membawa fenomena dan paradigma baru dalam mengelola tata kelola sumber daya alam, melihat kehidupan yang harus diperbaiki untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya. “Semoga sinergi generasi muda dan masyarakat komunitas itu bisa terbangun dan terbentuk pembangunan-pembangunan masyarakat yang baik dan menuju Indonesia yang lebih maju,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UGM Panut Mulyono menjelaskan, pelaksanaan KKN-PPM ditujukan untuk menumbuhkembangkan empati dan kepedulian civitas akademika UGM terhadap berbagai permasalahan yang riil dihadapi masyarakat dalam konteks pembangunan berkelanjutan yang diperlukan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan kesejahteraan bersama. “Dengan potensi besar mahasiswa peserta KKN-PPM sebanyak 5.360 mahasiswa yang berasal dari 19 Fakultas dan Sekolah Vokasi, tentunya tidaklah sulit untuk dapat menghilirisasi hasil-hasil penelitian dan penemuan teknologi-teknologi sederhana melalui program KKN,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan, terdapat beberapa lokasi KKN yang menggarap potensi kelautan dan perikanan antara lain Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Natuna, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Sabang, Karimunjawa, Pulau Sebatik, dan Pantai Pesisir Jawa. “Dari 186 lokasi KKN-UGM, terdapat 51 lokasi KKN yang berada di wilayah pesisir pantai dan kepulauan,” tandasnya.(red)

Baca Juga  Sambangi Direktorat Jenderal Hortikultura, DPRD Toba Samosir Tertarik Kembangkan Bawang Putih