Press "Enter" to skip to content

Kincir Air, Kiat Satgas Yonif R 408 Selamatkan Sawah Petani Belu

Social Media Share

JAKARTA, NP – Membuat kincir air mengatasi kekeringan lahan pertanian, kiat prajurit Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/SBH menyelamatkan sawah petani Belu.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 408/SBH, Mayor Inf Joni Eko Prasetyo S.I.P.,dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Belu, NTT, Jumat (6/9/2019).

Diungkapkan Dansatgas, pada musim kemarau seperti sekarang ini debit air semakin hari semakin kecil, tak terkecuali wilayah Belu, sehingga berdampak terhadap tanaman petani. Pasalnya sawah mereka tidak bisa terairi dengan baik lantaran menyusutnya sumber air yang ada.

“Tapi kini petani di perbatasan RI-RDTL ini bisa bernafas lega, berkat hadirnya kincir air yang dibuat personel Satgas untuk membantu mengatasi kesulitan air sawah warga,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, ide membuat kincir air ini berawal dari keluhan warga khususnya di wilayah perbatasan, khawatir sawah mereka mengalami kekeringan dan tanaman padi pun bisa ikut mati.

“Menjawab keluhan ini, muncul ide kreatif personel Satgas, khusunya Pos Delomil untuk mengajak masyarakat membuat kincir air berbahan sederhana yang bertujuan untuk membantu mempermudah pengairan sawah masyarakat yang ada di Dusun Delomil,” ucapnya.

“Pembuatan kincir air ini dibuat oleh anggota Satgas bersama-sama dengan masyarakat dari bahan yang sederhana seperti kayu, bambu, kawat, seng bekas, dan lain-lain,” jelas Joni Eko Prasetyo.

Menurut Joni Eko, pembuatan kincir air ini sebagai wujud pemanfaatan teknologi tepat guna, berbekal peralatan dan bahan yang sederhana, kincir air dapat bermanfaat dalam pengairan persawahan warga.

“Di samping bahan yang mudah didapatkan dari lingkungan sekitar, pembuatan kincir air ini juga hemat biaya,” sambungnya lagi.

Disampaikan lagi, walau berbahan sederhana, hanya terbuat dari bambu dan kayu papan dan seng, namun alat ini mampu menjadi penyelamat nasib para petani dari dampak kekeringan karena mampu mengalirkan air ke sawah warga.

Baca Juga  Harga Sejumlah Bahan Pangan di Musi Banyuasin Berangsur Normal

“Cara kerjanya pun mudah, aliran sungai dibendung menggunakan batu kali agar air melintasi kincir. Dari kincir itu, air sungai tersalurkan melalui pipa bambu dan selang ke area persawahan,” ucapnya.

Kegiatan ini terang Joni Eko, merupakan salah satu wujud kepedulian dari Satgas Yonif Raider 408/SBH kepada masyarakat perbatasan khususnya para petani.

“Melalui kincir air ini, kami berharap dapat membantu mengairi persawahan milik warga di wilayah perbatasan. Membantu warga merupakan bagian dari mewujudkan kemanunggalan TNI dengan Rakyat dengan cara mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya,”terangnya.

Sementara itu Stevanus, salah satu warga Desa Lamaksenulu, Kecamatan Lamaknen, yang melihat langsung proses pembuatan kincir air oleh anggota Satgas, mengatakan bahwa ini merupakan terobosan baru bagi masyarakat Desa Lamaksenelu dalam mengatasi kesulitan air persawahan pada saat musim kemarau tiba.

“Sungguh luar biasa kreasi yang dilakukan bapak Satgas. Saya melihat ini sebagai bentuk kepedulian TNI di perbatasan dalam membantu kesulitan warga,” tuturnya.

Dirinya berharap, keberadaan kincir ini membuat warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air untuk sawahnya. Untuk mengoperasikan kincir air, para petani tak perlu mengeluarkan biaya tambahan. Hanya perlu mencari bahan baku dan pengerjaannya dilakukan secara gotong- royong.

“Kami berterima kasih kepada bapak Satgas atas kepeduliannya kepada para petani. Mari kita jaga kincir air itu agar jauh dari sampah, supaya pengairan sawah pun terus lancar,” pungkasnya. (Pen)