Press "Enter" to skip to content

Karnaval Bhinneka Tunggal Ika di Entikong, Meriah dan Salurkan Kreativitas Masyarakat

Social Media Share

JAKARTA, NP –  Karnaval Bhinneka Tunggal Ika yang digelar Satgas Pamtas Yonmek 643/WS dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 Kemerdekaan RI dan memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah, tidak hanya meriah namun juga berbagai corak kostum dan seni yang ditampilkan dapat menyalurkan kreativitas masyarakat .

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonmek 643/WS Mayor Inf Dwi Agung Prihanto dalam keterangan tertulisnya di Entikong, Kabupaten Sanggau, Senin (2/9/2019).

Dikatakan Dansatgas, kegiatan yang digelar pada hari Minggu (1/9/2019) tersebut bertema “Karnaval Ini Adalah Bhineka Tunggal Ika”. Kegiatan tersebut diikuti ratusan masyarakat yang terdiri dari pelajar dan berbagai paguyuban dari wilayah Kecamatan Entikong dan Kabupaten Sanggau.

“Karnaval dimulai dari titik start Pos Gabma Entikong Satgas Pamtas dengan berjalan mengelilingi sekitaran Kecamatan Entikong lalu kembali lagi dengan finish di Pos Gabma Entikong lagi, “ jelasnya.

Kegiatan ini, tutur Dansatgas, disambut positif masyarakat di wilayah perbatasan, terbukti dengan semangat dan antusias mengikuti karnaval dengan menampilkan berbagai ragam kostum kesenian yang memvisualisasikan keberagaman adat di Indonesia sekaligus bentuk penyaluran kreativitas masyarakat.

“Selain itu juga, sebagai wadah untuk menyalurkan kreatifitas masyarakat sebagai wujud semangat juang, “imbuhnya.

Melalui Karnaval ini, Dwi Agung berharap seluruh masyarakat bersatu, menguatkan rasa cinta tanah air dan menyatukan rasa sebagai warga Indonesia.

“Indonesia adalah bangsa yang besar karena perbedaan, perbedaan tidak memecah belah persatuan tetapi perbedaanlah yang mengeratkan kita semua,” tuturnya.

“Maka dari itu, kita jadikan momentum ini, agar selalu ingat dan sadar dalan menjaga Kebhinekaan. Tetaplah bersatu dalam kondisi apapun, jangan mudah terpecah belah dengan pengaruh dari luar,” pesan Dansatgas.

Baca Juga  Jaga Suasana Kondusif, Yonif R 631 Turut Pengamanan Lebaran

Sementara itu, M. Nur selaku koordinator dari salah satu peserta karnaval yang menggunakan kostum adat Papua menyampaikan, di Indonesia ada Papua dan Papua pasti Indonesia, karena itu kami pakai kostum Papua. Lewat kostum yang kami pakai ini, kami mau bilang ke semua, Papua adalah saudara kami,” ucapnya.

Dalam Karnaval tersebut Paguyuban Jawa Balaikarangan meraih juara pertama, disusul juara kedua dari Paguyuban GG Wanara dan juara ketiga SD Sontas. (Pen)