Lonjakan penumpang terlihat di Stasiun Madiun pada Kamis (19/3), memasuki H-2 Lebaran 2026. (Foto: Ist)
MADIUN, NP – Memasuki hari ke-9 masa angkutan Lebaran 2026 atau H-2 menjelang Idul Fitri, volume penumpang yang tiba di wilayah Daop 7 Madiun menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data pantauan hingga pukul 09.00 WIB, tercatat secara kumulatif sebanyak 107.798 penumpang tiba dan 59.076 penumpang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah tersebut.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa arus kedatangan pemudik masih terpantau tinggi. “Khusus pada hari ini, Kamis (19/3), tercatat sebanyak 12.606 penumpang datang dan 6.463 penumpang berangkat. Angka ini masih akan bertambah hingga tengah malam, seiring keberangkatan dan kedatangan kereta api terakhir,” ujarnya.
Puncak Arus Mudik
Data menunjukkan bahwa puncak arus mudik di wilayah Daop 7 Madiun terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3). Pada hari tersebut, tercatat sebanyak 15.115 penumpang datang dan 8.190 penumpang berangkat.
“Angka keberangkatan pada puncak arus mudik tahun ini mengalami kenaikan sebesar 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yang saat itu tercatat sebanyak 6.777 penumpang,” jelas Tohari dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026).
Prediksi Arus Balik
Sementara itu, KAI Daop 7 Madiun memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada H+2 Lebaran atau Senin, 23 Maret 2026. Hingga saat ini, pemesanan tiket untuk tanggal tersebut telah mencapai 11.100 penumpang dan diperkirakan masih akan terus bertambah.
Lima Stasiun dengan Kedatangan Tertinggi
Selama masa angkutan Lebaran 2026 hingga Kamis (19/3/2026), berikut lima stasiun dengan volume kedatangan penumpang tertinggi di wilayah Daop 7 Madiun:
- Stasiun Madiun: 33.980 penumpang
- Stasiun Blitar: 9.370 penumpang
- Stasiun Kediri: 8.804 penumpang
- Stasiun Jombang: 8.723 penumpang
- Stasiun Tulungagung: 8.307 penumpang
Tohari mengimbau masyarakat untuk memperhatikan jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket serta datang lebih awal ke stasiun guna menghindari risiko tertinggal kereta, terutama di tengah kepadatan arus lalu lintas menuju stasiun. (red)







Be First to Comment