Pengibaran bendera bintang bulan di sejumlah daerah di Provinsi Aceh oleh sejumlah massa. Pengbaran bendera bintang bulan dinilai sebagai bentuk kekecewaan sebagian rakyat Aceh karena pemerintah enggan menjadikan bencana alam banjir dan longsor sebagai bencana nasional. (Foto: instagram)
JAKARTA, NP- Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage SIP, meminta aparat kepolisian dan TNI untuk melakukan pendekatan persuasif dalam menyikapi pengibaran bendera bintang bulan dan bendera putih di Aceh.
“Aksi itu saya melihat sebagai bentuk kekecewaan masyarakat Aceh karena bencana Aceh dan Sumatra tidak ditetapkan sebagai bencana Nasional,” ujar Azhari Cage kepada wartawan, Jumat (26/12/2025).
“Kita ini sedang musibah. Jangan menambah lagi kekecewaan masyarakat dengan cara-cara reprensif apalagi sampai terjadi pemukulan terhadap masyarakat ini sangat kita sesalkan,” sebutnya.
Azhari Cage mengaku tidak ingin kedamaian yang sudah terwujud di Aceh selama 20 tahun ini terganggu. Ia juga mengingatkan bahwa bendera Aceh yang telah menjadi Qanun Aceh yaitu Qanun nomor 3 tahun 2013, masih tercatat di dalam lembar daerah Aceh yang sifat nya masih bersifat politik, karena masih belum ada kejelasan dengan pemerintah pusat.
Menurutnya, langkah-langkah politik dan persuasif perlu dilakukan ketimbang dengan cara-cara refrensif.
“Saya dalam menjalankan tugas-tugas MPR sosialisasi empat pilar selalu menekankan, keadilan, musyawarah dan mufakat serta memperhatikan kearifan lokal sebagai solusi penyelesaian masalah,” kata dia.
Kata Azhari, dalam UUD 1945 juga diatur untuk menghormati daerah-daerah khusus dan bersifat istimewa.
“Oleh karena itu kita mengharapkan semua pihak memperhatikan hal ini. Kita tidak ingin luka lama traumatis masyarakat Aceh akibat konflik dulu kembali dirasakan masyarakat Aceh,” ujarnya.
Azhari Cage mengajak semua pihak untuk bersama-sama fokus pada upaya memulihkan bencana alam. Ia juga menaruh harapan besar agar semua menyikapi secara cerdas setiap isu dan jangan mudah terprovokasi apalagi apalagi dengan isu-isu yang tidak bertanggungjawab.
Ia kembali menekankan kepada semua pihak agar menghormati hak-hak dan kekhususan yang dimiliki Provinsi Aceh.
“Dan kita berharap pemerintah Aceh dan pemerintah pusat untuk segera menyelesaikan polemik bendera Aceh agar masyarat Aceh tidak menjadi korban gara-gara bendera ini belum tuntas kejelasannya,” kata Azhari Cage. (har)







Be First to Comment