Press "Enter" to skip to content

Akses Terputus, Kemenag Purbalingga Siapkan Bantuan untuk Korban Banjir Karangreja

Social Media Share

Jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga melakukan koordinasi terkait upaya penyaluran bantuan bagi penyintas banjir bandang di wilayah terdampak, Sabtu (24/1/2025). (Foto: Ist)

PURBALINGGA, NP – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga terus mengupayakan penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir bandang dan angin kencang di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, meski hingga kini akses menuju lokasi bencana masih terputus, Sabtu (24/1/2026).

Sejak bencana terjadi, jajaran Kemenag Purbalingga bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) telah menyiapkan bantuan berupa sembako serta melakukan koordinasi awal melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja. Tim juga turun langsung meninjau sejumlah wilayah terdampak guna memastikan kondisi lapangan dan kebutuhan warga, termasuk Dusun Gunung Malang, Desa Serang, yang menjadi salah satu lokasi terdampak terparah.

Namun, putusnya jembatan dan rusaknya akses jalan akibat derasnya arus banjir menyebabkan bantuan belum dapat disalurkan secara langsung. Kemenag Purbalingga memastikan bantuan akan segera disalurkan begitu akses menuju lokasi memungkinkan dan posko bencana siap beroperasi.

“Kami terus berupaya agar bantuan dapat segera tersalurkan begitu akses memungkinkan. Kehadiran kami adalah bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, dikutip dari laman resmi Kemenag, Minggu (25/1/2026).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, hujan deras berkepanjangan memicu banjir bandang di Desa Serang dan Desa Kutabawa. Akibat bencana tersebut, sejumlah akses jalan terputus, jembatan rusak, serta 31 kepala keluarga atau 110 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Dalam peristiwa itu, satu warga Desa Serang, Solikhah Kuswati, yang merupakan guru Madrasah Diniyah Nurun Nawawi, dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus banjir.

Di sela-sela penanganan bencana, Zahid Khasani bersama rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi rumah duka korban untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhumah.

Zahid menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang terjadi dan menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam situasi darurat.

“Kehadiran kami adalah bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat. Semoga bantuan ini nantinya dapat meringankan beban warga, dan keluarga almarhumah diberi kekuatan menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Kemenag Purbalingga juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat setempat, serta relawan di lapangan guna memastikan proses penyaluran bantuan berjalan aman dan tepat sasaran sambil menunggu pemulihan akses menuju wilayah terdampak bencana. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *