Press "Enter" to skip to content

Wakasal Sebagai Keynote Speaker Seminar Nasional STTAL 2019

Social Media Share

JAKARTA, NP – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M., bertindak sebagai Keynote Speaker mewakili Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., pada kegiatan Seminar Nasional T.A 2019 yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) di Gedung Marore, Kampus STTAL, Jl. Bumimoro-Morokrembangan Surabaya, Selasa (24/9).

Tujuan Seminar Nasional Tahun 2019 ini adalah teridentifikasinya urgensi pengembangan teknologi kemaritiman di Indonesia ditinjau dari aspek geomaritim, terumuskannya rekomendasi strategi penyiapan sumber daya manusia nasional dalam rangka penguatan budaya maritim di era revolusi industri 4.0, dan terumuskannya rekomendasi penguatan peran stakeholder yang terkait dalam mendukung pengembangan teknologi kemaritiman di Indonesia.

Keynote Speech Kasal yang disampaikan Wakasal antata lain membahas tentang pentingnya peran teknologi kemaritiman dalam pembangunan maritim Indoneia ke depan. Dengan kata lain bahwa penguasaan teknologi kemaritiman akan menentukan kemajuan Indonesia di masa mendatang untuk mampu menjadi kekuatan maritim yang diperhitungkan di kawasan. TNI AL sebagai salah satu elemen dasar kekuatan maritim nasional memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan teknologi kemaritiman yang mencakup sub bidang hidro-oseanografi, industri dan jasa maritim, keamanan dan keselamatan kemaritiman bahkan teknologi sistem persenjataan angkatan laut.

Menurut Kasal, ada dua strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan teknologi kemaritiman di Indonesia yaitu melaksanakan penelitian bersama dalam bentuk konsorsium yang melibatkan pelaku bisnis, perguruan tinggi dan pemerintah serta menerapkan pendanaan kreatif seperti Blended-financing dan Co-financing dengan instrumen kerja sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), platform integrasi pendanaan dari sektor publik, swasta dan filantropi bidang kemaritiman.

Dalam pembangunan kekuatan dan kemampuan TNI AL, menurut Kasal, banyak sekali aplikasi teknologi kemaritiman yang dapat dikembangkan. Teknologi sistem persenjataan angkatan laut yang meliputi sistem indera kendali senjata, meriam, rudal dan torpedo. Dalam bidang hidro-oseanografi juga memiliki aplikasi teknologi kemaritiman yang cukup tinggi berupa peralatan dan metode survei dan pemetaan yang terus berkembang dengan sangat pesat. “Sama halnya dengan kemampuan menghadapi serangan siber sangat memerlukan penguasaan teknologi seperti yang dilakukan oleh Laboratorium Pengamanan Sistem Jaringan (Labpamsisjar) TNI AL saat ini. Bahkan dalam keseharianpun, diperlukan aplikasi komunikasi yang secure di antara personel TNI AL, misalnya penggunaan aplikasi chat yang terenkripsi”, ungkapnya.

Baca Juga  BMKG: Gempa Memberamo Raya Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Kegiatan Seminar Nasional yang bertemakan, “Strategi Pengembangan Teknologi Kemaritiman Di Indonesia” ini menghadirkan tiga pembicara/nara sumber yakni Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, M.M., Special Envoy (Utusan Khusus) Indonesia untuk International Maritime Organization (IMO), menyampaikan tentang Urgensi Pengembangan Teknologi Kemaritiman di Indonesia ditinjau dari Aspek Geomaritim.

Narasumber kedua adalah Guru Besar Universitas Negeri Surabaya Prof. Dr. H. Aminuddin Kasdi, MS., dengan materi penyiapan Sumber Daya Manusia dalam rangka Penguatan Budaya Maritim di Era Revolusi Industri 4.0. Sementara Narasumber ketiga adalah Sahli KKIP Bidang Riset dan Teknologi Dr. Marzan Azis Iskandar, dengan materi Penguatan Peran Stakeholder yang terkait (pemerintah, pengguna, akademisi, dan industri strategis nasional) dalam mendukung pengembangan teknologi kemaritiman di Indonesia, dengan Moderator Presenter SBO TV Elly Prabowo.

Seminar Nasional ini diikuti lebih kurang 150 orang terdiri dari pejabat di lingkungan Mabesal, pejabat Kotama TNI AL wilayah Surabaya,, Mantan Komandan STTAL, Dosen, Mahasiswa di Lembaga TNI AL (Kodiklatal, AAL, Seskoal, STTAL), pejabat Lemdik Kodiklatal, pejabat Lemdik AAL, perwakilan 36 Perguruan Tinggi Negeri/Swasta atau PTN/PTS Mitra Jawa Timur, para peneliti dari Balai Teknologi Hidrodinamika, Laboratorium Hodrodinamika Indonesia BPPT Surabaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jatim, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim, Pemerintah Kabupaten Lamongan, Pemerintah Kabupaten di Jawa Timur, serta Industri Strategis Nasional.(Pen)