Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto bersama tim menghadiri Ekspose Hasil Survei Hidro-Oseanografi di KKP, Jakarta. Data survei ini menjadi acuan penting pembangunan tanggul laut nasional. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Pembangunan Tanggul Laut sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) membutuhkan dukungan data survei laut yang akurat dan andal. Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), sebagai pembina data hidro-oseanografi nasional, berperan aktif dengan memberikan kontribusi data survei laut yang dilaksanakan secara profesional sesuai alokasi waktu di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Komandan Pushidrosal, Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., didampingi Asops Danpushidrosal Laksamana Pertama Dwi Jantarto, S.T., M.T., dan sejumlah perwira staf, saat menghadiri Ekspose Kegiatan Hasil Survei Hidro-Oseanografi di Teluk Jakarta dan Perairan Semarang. Acara digelar di Ruang Rapat Segoro Waseso, Gedung Mina, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Rombongan Pushidrosal disambut Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP, Kartika Listriana, beserta jajaran staf. Paparan teknis hasil survei disampaikan Kasubdis Pengolahan Data Survei Dishidro Pushidrosal, Letkol Laut (KH) Ainun Pujo Wiryawan, S.T., M.T.
Menurut Ainun, survei di Teluk Jakarta seluas 260 km² dan Perairan Semarang seluas 102 km² dilakukan selama sekitar 35 hari. Kegiatan ini mencakup akuisisi, pengolahan, permodelan, serta analisis data pengamatan geodetik; survei batimetri dengan multibeam, singlebeam, dan hand echosounder; pencitraan dasar laut menggunakan side scan sonar; survei ketebalan sedimen dengan sub bottom profiler; survei anomali kemagnetan lokal dengan magnetometer; pengamatan pasang surut, arus, gelombang, dan meteorologi; pengukuran kualitas air; serta investigasi tanah melalui drilling/boring. Hasil survei ini menjadi acuan penting dalam permodelan pembangunan tanggul laut.
Dirjen Penataan Ruang Laut KKP, Kartika Listriana, menekankan bahwa survei hidro-oseanografi dilaksanakan melalui tahapan komprehensif, mulai persiapan, pengumpulan data, pengolahan, permodelan, hingga analisis berbasis standar nasional dan internasional. Dengan demikian, data yang dihasilkan diharapkan akurat dan dapat menjadi dasar perencanaan tanggul laut serta acuan bagi pembangunan titik-titik tanggul laut lainnya di masa depan. (red)







Be First to Comment