Press "Enter" to skip to content

Peringatan Dini Gelombang Tinggi, BMKG : Tetap Berhati-hati dan Waspada

Social Media Share

Foto ilustrasi gelombang tinggi. (ist)

JAKARTA, NP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini gelombang tinggi untuk empat hari ke depan, Senin (3/6) hingga Kamis (6/6). Demikian Kabag Humas BMKG, Taufan Maulana kepada redaksi.

Taufan mengungkapkan, terpantau adanya sirkulasi udara di Samudera Hindia barat Sumatera. Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari timur – selatan kecuali di Perairan Barat Aceh – Kep. Nias dari barat daya – barat laut dengan kecepatan 3 – 15 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari timur – tenggara dengan kecepatan 3 – 25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan selatan Jawa hingga NTT, Perairan P. Sawu – P. Rote, Laut Timor, Laut Banda, Perairan Kep. Letti – Kep. Tanimbar, Perairan selatan Kep. Kei – Kep. Aru, Laut Arafuru, Perairan Yos Sudarso – Merauke. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

BMKG mencatat adanya potensi gelombang tinggi dengan ketinggian 1,25 – 2,5 meter (sedang) di Selat Malaka bagian utara, Perairan Barat Sulawesi Selatan, Perairan Timur P. Simeulue – P. Pagai, Laut Sumbawa bagian utara, Selat Sape bagian selatan, Perairan Kep. Sabalana – Kep. Selayar, Selat Sumba – Selat Ombai, Teluk Bone bagian selatan, Perairan Selatan Flores, Laut Flores bagian barat, Perairan Kep. Anambas dan Natuna, Perairan Bau Bau, Selat Karimata bagian selatan, Perairan Utara Kep. Kei – Kep. Aru, Perairan Selatan Kalimantan, Laut Buru dan Laut Seram bagian timur, Laut Jawa, Perairan Fak Fak – Kaimana, Perairan Utara Jawa Timur – Kep. Kangean, Perairan Amamapre, Perairan Kotabaru, Perairan Jayapura – Sarmi, Selat Makassar bagian selatan dan tengah, dan Samudera Pasifik utara Papua.

Baca Juga  Ketua DPR Ingatkan Kembali Netralitas Aparatur Sipil Negara

Beberapa wilayah perairan Indonesia lainnya juga berpotensi mengalami gelombang dengan tinggi 2,5 – 4 meter (tinggi) di beberapa wilayah seperti Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang – Banda Aceh, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat P. Simeulue hingga Kep. Mentawai, Perairan Bengkulu – P. Enggano, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa, Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan, Perairan Selatan P. Sumba – P. Sawu, Laut Sawu dan Laut Timor selatan NTT, Perairan Selatan Kupang – P. Rotte, Samudera Hindia selatan Jawa hingg NTT, Laut Flores bagian timur, Perairan Timur Kep. Wakatobi, Perairan Manui – Kendari, Teluk Tolo, Perairan Selatan Kep. Sula, Perairan Selatan P. Buru – P. Seram, Laut Banda, Perairan Kep. Letti – Kep. Tanimbar, Perairan Sletan Kep. Kei – Kep. Aru, serta Laut Arafuru bagian barat dan timur.

Sementara itu, gelombang yang sangat tinggi dengan kisaran 4 – 6 meter berpeluang terjadi di Laut Arafuru Tengah.

Nelayan dan masyarakat yang beraktivitas dengan moda transportasi laut dihimbau berhati-hati. Beberapa risiko tinggi terdapat pada perahu nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m, kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m, kapal ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m, serta kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m.

BMKG juga mengimbau kepada masyarakat yang berdomisili atau sedang berada dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat untuk selalu siaga dan berhati-hati.(red)

Baca Juga  UN 2019 Diikuti 8,3 Juta Peserta, 91 Persen Berbasis Komputer