Press "Enter" to skip to content

Pengambilan Sumpah Janji CPNS BKKBN Formasi 2017, Hasto: Jadilah PNS Tangguh

Social Media Share

JAKARTA, NP – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Jakarta (02/08/2019). Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) melantik Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2017 di lingkungan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat pada Jumat, 2 Agustus 2019 di Auditorium BKKBN pusat, Jakarta.

Pengambilan Sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2017 di lingkungan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat saat ini belum diisi oleh Pejabat Definitif sebanyak 42 orang.

“Pengambilan sumpah/janji PNS adalah hal yang wajib dilaksanakan oleh Calon Pegawai Negeri Sipil menjadi Pegawai Negeri Sipil berdasarkan amanat Pasal 39 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN.” Jelas Hasto dalam Siaran Pers, Sabtu (3/8/2019). Jumlah Calon Pegawai Negeri Sipil yang diterima BKKBN pada Formasi Tahun 2017 baik BKKBN Pusat maupun Provinsi adalah sebanyak 132 orang.

Hasto berharap Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi seluruh Indonesia akan segera melaksanakan Pengambilan Sumpah CPNS menjadi PNS dalam watu yang tidak terlalu lama.

Menurut Hasto dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir pencapaian program KKBPK bervariasi antar provinsi, tepatnya setelah era desentralisasi dengan kewenangan otonomi daerah. Program KKBPK dianggap kurang populer dan kurang memperoleh dukungan sumber daya yang memadai oleh Pemerintah Daerah. Saat ini BKKBN sedang melakukan rebranding agar program KKBPK dapat lebih dikenal oleh masyarakat.

Untuk itu para CPNS yang diambil sumpahnya menjadi PNS di Lingkungan BKKBN Formasi Tahun 2017 yang merupakan generasi-generasi milenial yang penuh inovasi, harus memberikan terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi pelayanan, demi terwujudnya pelayanan prima di lingkungan BKKBN. Hasto berpesan agar mereka dapat membangun kepercayaan masyarakat (public trust) yang positif dan mengubah paradigma bahwa “PNS itu melayani bukan dilayani” dan senantiasa berorientasi pada kepentingan publik, bangsa dan Negara. Selain itu, diharapkan para PNS memiliki tanggung jawab yang tinggi, disiplin dan berintegritas tanpa perlu selalu diperingatkan setiap saat.

Baca Juga  Ketua KPU Jayapura Minta Maaf: Kertas Suara Terlambat, Coblosan Ditunda Sehari

Dalam akhir sambutannya, Hasto berharap bahwa mereka haruslah menjadi PNS yang tangguh, berintegritas dan kreatif. Hal ini dikarenakan Indonesia memasuki era masyarakat digital, akses informasi yang sangat cepat, kekinian dan bersifat privasi, dan sasaran-sasaran program yang dibuat BKKBN harus mempertimbangkan generasi milenial dan generasi z yang mana mereka memiliki cara pandang, cara berfikir dan platform komunikasi yang berbeda, tutupnya. (red)