Press "Enter" to skip to content

Pembentukan Karakter dan Kepribadian Remaja Dimulai dari Keluarga

Social Media Share

Suasana Seminar Hari keluarga Nasional (Harganas) XXVI. (ist)

JAKARTA, NP – Berdasarkan proyeksi penduduk hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015, pemuda juga mengisi sekitar sepertiga dari penduduk usia produktif. Sehingga diharapkan pemuda Indonesia mampu berperan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki dan menggerakkan pembangunan bangsa.

Sementara itu menurut hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2018, Indonesia adalah rumah bagi 63,82 juta jiwa pemuda di mana jumlah tersebut adalah seperempat dari total penduduk Indonesia (24,15 persen).

“SDM yang besar ini perlu diarahkan dan dibina agar bisa menjadi agen perubahan, memiliki kepribadian yang kokoh, semangat nasionalisme dan karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya. Menguasai pengetahuan dan teknologi, berfikir positif dan melahirkan karya yang membawa perubahan besar bagi kemajuan bangsa dan negaranya,” jelas Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN, Prof. Rizal Damanik, dalam rilis resminya, saat memberikan sambutan dan membuka Seminar Hari keluarga Nasional (Harganas) XXVI Kesehatan Reproduksi dan Remaja Berkarakter Untuk Membangun SDM Berkualitas di IPB Convention Center, Bogor (01/07/2019).

Menurut Rizal Damanik, pemerintah harus mengarahkan dan membina agar remaja dengan jumlah yang besar ini dapat menjadi pribadi yang kokoh dan memiliki karakter kuat untuk membangun bangsa dan negaranya. Kualitas hidup manusia Indonesia bisa meningkat, jika keluarga-keluarga di Indonesia sudah meningkat kualitasnya.

“Banyaknya kegagalan dalam pengasuhan anak bukan karena kurangnya kasih sayang orang tua kepada anak, tetapi karena sebagian orang tua tidak tahu bagaimana cara pengasuhan yang benar. Saat ini terjadi perubahan lingkungan strategis yang cepat,”ujar Rizal Damanik

Hal-hal yang dahulu dipandang baik bagi kehidupan berkeluarga, belum tentu dapat diterima pada masa sekarang. Gaya hidup modern, kesibukan orang tua akan berdampak pada tatanan kehidupan berkeluarga misalnya minimnya waktu berkumpul dengan keluarga; kesenjangan komunikasi antara anak dengan orangtua karena terbatasnya waktu untuk mendengarkan keluh kesah anak maupun problematika remaja; budaya gotong royong yang semakin pudar.

Baca Juga  Komentar Pengamat: Mestinya Tidak Langsung Mengklaim Menang

Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia harus dilakukan secara berkesinambungan dalam kerangka siklus hidup manusia yang dimulai dari dalam kandungan sampai lanjut usia. Berbagai upaya BKKBN untuk meningkatkan SDM Indonesia dituangkan dalam berbagai program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

BKKBN juga melakukan pengumpulan, pengolahan, analisis dan evaluasi, penelitian dan pengembangan dan penyebarluasan informasi tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga.

Rizal Damanik, saat memberikan Keynote Speech dalam seminar tersebut  mengatakan, begitu banyak aspek yang harus diteliti sehingga BKKBN perlu bermitra dengan Perguruan Tinggi yang dianggap paling kompeten dalam melakukan penelitian.

Seminar Kesehatan Reproduksi dan Remaja Berkarakter Untuk Membangun SDM Berkualitas diselenggarakan sebagai rangkaian dalam acara Peringatan Hari keluarga Nasional (Harganas) XXVI. Seminar ini mengundang sebagai narasumber: Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Yos Johan (tema: “Remaja Sadar Hukum”); Dosen IPB, Dr. Ir. Ratna Megawangi, MSc, (tema: “Pembentukan Remaja Berkarakter”); dan Mahasiswa IPB, Arga, (tema: “Remaja Berkarakter”).

Selain itu, acara ini juga diikuti Penandatangan Nota Kesepahaman antara BKKBN dengan Ketua Forum Rektor Indonesia. Kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan kerjasama di bidang pendidikan, pelatihan, peningkatan kapasitas SDM, pengembangan dan evaluasi program penelitian, kuliah kerja nyata. Hal ini diharapkan dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya kepada para pihak, tutup Damanik. (red)