Press "Enter" to skip to content

Menkes Lantik Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo

Social Media Share

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo saat mengucapkan sumpah. (ist)

JAKARTA, NP – Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek melantik dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) sebagai Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di gedung BKKBN, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Menkes dikutip dari rilis, Selasa (2/7/2019) berharap Kepala BKKBN yang baru dapat melaksanaan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga berjalan lebih maju dan dapat dilakukan inovasi, sehingga laju pertumbuhan penduduk yang saat ini masih tinggi (1,36%) dapat menurun sesuai dengan sasaran RPJMN, yakni 1,19%/tahun (2010-2020).

“Saya ucapkan selamat kepada Kepala BKKBN yang baru Saya lantik, Hasto Wardoyo Semoga Program BKKBN dapat berhasil dibawah kepemimpinan Saudara beserta jajaran,” kata Menkes.

Dilantiknya dr. Hasto sebagai kepala BKKBN ini, lanjut Menkes, akan mengemban tugas yang berat karena kepala BKKBN adalah posisi strategis dalam pelaksanaan dan pengembangan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga. Namun demikian Menkes berkeyakinan bahwa dengan pengalaman, prestasi, kapasitas, profesionalisme dan kinerja selama ini, kepala BKKBN dr. Hasto mampu menghasilkan kinerja dan karya terbaik melalui jabatan yang emban.

Menkes berharap agar dr. Hasto dapat melanjutkan program dan kegiatan sebelumnya dengan memberdayakan sumber daya dalam rangka peningkatan kinerja BKKBN. Yang lebih penting adalah dr. Hasto telah menyanggupi untuk tidak melakukan korupsi, kolusi atau nepotisme.

“Saya yakin dan percaya bahwa Saudara benar-benar akan mewujudkan tekad dan janji tersebut. Laksanakan tugas dengan penuh integritas, komitmen, tanggung jawab pada pelayanan publik, memegang teguh ideologi Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 serta menjadi perekat dan pemersatu bangsa,” kata Menkes.

Kondisi saat ini jumlah penduduk Indonesia berdasarkan sensus penduduk tahun 2018 sebesar 264,2 juta bertambah 8,6 juta jiwa dari tahun 2015. Penduduk Indonesia berpotensi menjadi salah satu potensi negara konsumen terbesar di dunia.

Baca Juga  Mengapa Prabowo Dapat Dukungan Kuat di Sumatera Barat?

Kenaikan jumlah penduduk sangat berpengaruh terhadap pembiayaan negara untuk pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, air bersih, kerusakan lingkungan dan lain-lain. Dari segi kualitas kependudukan menurut survei PBB, Indonesia berada diposisi 116 dari 188 negara diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index and Indicators 2018, UNDP).

“Diharapkan program yang terkait dengan Pendidikan dan Kesehatan dapat didukung oleh semua pihak sebagai investasi pembangunan manusia Indonesia yang akan memberikan hasil bagi kepentingan masyarakat yang bersifat jangka panjang,” kata Menkes.

Dalam rangka mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas dengan motto “2 ANAK LEBIH BAIK” perlu lebih ditingkatkan dan diimplementasikan diseluruh lapisan masyarakat. (red)