Press "Enter" to skip to content

Konvensi RSKKNI IG, BIG : Untuk Pengakuan dari Stakeholders

Social Media Share

Para peserta ‘Konvensi Nasional Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) Bidang IG’. (red)

BOGOR, NP – Informasi Geospasial (IG) yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan memerlukan SDM berkualitas yang dibuktikan dengan  sertifikasi kompetensi tenaga profesional.

“IG yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi komponen penting dalam mendukung pengambilan keputusan strategis,”kata Sekretaris Utama Badan Informasi Geospasial (BIG) Muhtadi Ganda Sutrisna mewakili Kepala BIG pada acara `Konvensi Nasional Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) Bidang IG’ di Aston Sentul Lake Resort & Conference Center, Bogor, Rabu (16/10/2019).

Seperti diketahui sertifikasi bidang IG diatur dalam Pasal 56 UU Nomor 4 Tahun 2011 tentang lnformasi Geospasial. UU tersebut mengamanatkan bahwa penyelenggaraan IG harus dilaksanakan oleh SDM yang tersertifikasi.

Terkait  itu, penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang IG diperlukan guna menjadi acuan dalam pengembangan SDM IG.

SKKNI bidang IG telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 95 Tahun 2017.

Menurut  Muhtadi  SKKNI dan KKNI bidang IG merupakan standar yang digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan sertifikasi tenaga profesional bidang IG.

Dijelaskan dia, saat ini, jabatan IG dalam KKNI bidang IG teIah diimplementasikan ke dalam skema sertifikasi tenaga profesional yang menjadi acuan sertifikasi oleh lima LSP bidang IG.

Sertifikasi tenaga profesional yang telah dilaksanakan, kemudian dievaluasi untuk mengetahui sejauh mana ketepatan dan kesesuaian SKKNI dan KKNI saat diimplementasikan ke dalam sertifikasi tenaga profesional.

Selain itu, evaluasi juga dilakukan untuk mengetahui jabatan mana yang dapat dipenuhi dan tidak dapat dipenuhi beserta kondisi kesesuaian masing-masing Unit Kompetensi di dalamnya.

Hasil dari evaluasi selanjutnya dituangkan dalam kaji materi RSKKNI IG yang telah dilaksanakan awal tahun anggaran 2019. Tahapan berikutnya adalah kaji ulang RSKKNI IG untuk memperbaiki unit-unit kompetensi yang kurang sesuai atau kurang dapat diimplementasikan oleh industri IG.

Baca Juga  Debat Pilpres: Antara yang Bertahan dan yang Menyerang

Setelah dilakukan tahapan-tahapan kaji ulang RSKKNI IG, maka tahapan akhir adalah konvensi RSKKNI IG. Konvensi nasional dilaksanakan dalam rangka pembakuan Rancangan  Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) bidang IG untuk mendapatkan pengakuan dan legalitas dari stakeholders  terkait. (red)