Kepala Biro Perencanaan Kemendagri Ahmad Husin Tambunan memaparkan program SIGROW dalam forum nasional di Bandung, Rabu (8/10/2025).(Ist)
BANDUNG, NP – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meluncurkan program Sistem Informasi Growth Wilayah (SIGROW) sebagai instrumen strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah. Program ini diperkenalkan dalam forum nasional di Hotel InterContinental, Bandung, Rabu (8/10).
Kepala Biro Perencanaan Kemendagri Ahmad Husin Tambunan, selaku penggagas, menuturkan bahwa SIGROW merupakan bagian dari proyek perubahan yang dikembangkan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XV di Lembaga Administrasi Negara (LAN).
“SIGROW hadir sebagai alat bantu pemerintah daerah untuk memetakan arah kebijakan ekonomi yang terukur dan terintegrasi,” ujar Husin dalam keterangan resmi, Senin (13/10/2025).
Ia menjelaskan, SIGROW terdiri atas dua komponen utama. Pertama, Data Dinamis yang mencatat perkembangan terkini atas sembilan langkah percepatan ekonomi di daerah. Kedua, Data Statis yang memuat kebijakan strategis serta potensi unggulan masing-masing daerah guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen.
Sembilan langkah percepatan itu antara lain percepatan realisasi APBD, PMA dan PMDN, serta proyek infrastruktur strategis. Selain itu, pengendalian harga bahan pokok, pemberantasan ekspor-impor ilegal, hingga kemudahan perizinan berusaha juga menjadi prioritas. Upaya lainnya mencakup penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas sesuai potensi lokal, serta penguatan sektor manufaktur.
Program SIGROW telah dikolaborasikan bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan Badan Pusat Statistik (BPS) sejak kick-off pada 7 Juli lalu.
“Dengan SIGROW, setiap pemerintah daerah didorong untuk memiliki kesadaran yang lebih kuat dalam mengawal laju pertumbuhan ekonomi,” tambah Husin.
Acara peluncuran turut dihadiri perwakilan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, serta kepala perwakilan BPS dari seluruh Indonesia.
Senada dengan itu, Direktur Pemerintahan, Keuangan Daerah, dan Transfer ke Daerah Kementerian PPN/Bappenas, Anang Budi Gunawan, menyebut SIGROW sebagai bentuk sinergi konkret lintas sektor.
“Tiga pilar kerja kolaboratif yang dibangun, yakni pemantauan berbasis dashboard, pengawalan lewat koordinasi reguler, serta percepatan melalui intervensi langsung, menjadi kekuatan utama SIGROW,” tegasnya.
Program ini diharapkan menjadi katalisator dalam upaya percepatan pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.(red)







Be First to Comment