Press "Enter" to skip to content

Hujan Deras Warnai Libur Tahun Baru 2020

Social Media Share

JAKARTA, NP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan akan tinggi pada Januari-Maret 2020  di Sumatera, Jawa, kawasan Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua. Sementara itu hujan dengan intensitas sedang hingga deras turun di sebagian wilayah Indonesia selama masa libur Tahun Baru 2020.

“Saat ini, sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim penghujan. Menurut prakiraan BMKG, curah hujan di wilayah Indonesia akan meningkat menjelang malam pergantian tahun,”kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers “Refleksi 2019 dan Kesiapsiagaan BMKG Tahun 2020” di Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Untuk itu Dwikorita meminta masyarakat mengantisipasinya dengan menyiapkan mantel, payung. Hujan biasanya terjadi pada siang menjelang sore. Sementara pagi hingga siang cenderung cerah.

Sementara itu , pemerintah daerah yang wilayahnya rawan gempa sebaiknya memastikan mitigasi bencana berjalan baik guna menekan dampak bencana.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers “Refleksi 2019 dan Kesiapsiagaan BMKG Tahun 2020” di Jakarta, Jumat (27/12/2019).(red)

“BMKG tidak bisa memprediksi gempa, hanya ada kecenderungan aktivitas. Mitigasinya, mohon Pemda untuk lebih ketat dalam mitigasi, menguatkan konstruksi bangunan-bangunan agar tahan gempa, pemetaan evakuasi, edukasi masyarakat apa sudah berjalan. Tata tuang agar dibenahi sesuai tata ruang berbasis mitigasi bencana,”ujar Dwikorita.

Pada kesempatan yang sama Deputi Bidang Meteorologi BMKG, R Mulyono Rahadi Prabowo memperkirakan badai angin Topan Phanfone di Filipina yang keberadaannya kini dekat dengan perbatasan wilayah utara Indonesia tidak akan mengganggu malam perayaan Tahun Baru 2020 di Tanah Air.

Prabowo mengungkapkan, Phanfone masih berlangsung. Pusat badai terus akan bergerak bergerak selama 3-4 hari ke depan menuju arah barat atau barat laut.

Baca Juga  Pemerintah Terus Tingkatkan Kapasitas dan Kesejahteraan Guru

Prawobo mengingatkan kewaspadaan masyarakat terhadap gelombang tinggi dan dampak hujan yang bisa deras di sejumlah kawasan wisata.

Seperti diberitakan , momen perayaan Natal berubah menjadi malapetaka di wilayah pusat Filipina akibat terjangan badai topan Phanfone disertai angin kencang dan hujan deras yang merusak rumah, memutus aliran listrik serta membuat para pelancong terlantar.(red)