Press "Enter" to skip to content

CIMIC Satgas Indo RDB MONUSCO Gerakkan Hati Kombatan Kongo Serahkan Senjata

Social Media Share

JAKARTA, NP –  Kegiatan sosial dan pembinaan wilayah yang dikemas dalam Civil Military Coordination (CIMIC) oleh Satgas Indo RDB MONUSCO, tidak hanya merebut namun juga menggerakkan hati kombatan Kongo (Kelompok bersenjata Apa Na Pale) untuk menyerahkan diri berikut senjatanya tanpa syarat.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Konga MONUSCO, Kolonel Inf Dwi Sasongko, dalam rilis tertulisnya di Markas Indo RDB, Soekarno Camp, Kalemie, Republik Demokratik Kongo, Jumat (25/10/2019).

Diungkapkan Dansatgas, satu pucuk senjata jenis AK-47 beserta magazen pada operasi lanjutan dengan sandi Operasi Wibawa 02 dipimpin Mayor Inf Agus Susanto, pada Kamis (24/10/2019).

“Operasi yang digelar kali ini menitikberatkan pada kegiatan Civil and Military Coordination (Cimic) berupa pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan membangun komunikasi aktif di tengah-tengah sarang Ex-Combatan Apa Na Pale di wilayah Distrik Kagunda, yang berjarak sekitar 32 Km dari Standing Combat Deployment (SCD) Muhala,” ujarnya.

Satu pucuk senjata jenis AK-47 dan magazen tersebut jelasnya, diperoleh dari Mai-Mai (kelompok bersenjata Apa Na Pale) yang dipimpin Leah Ramazani Satellite dibawah pimpinan pusat Mundus.

“Kelompok bersenjata Apa Na Pale ini merupakan kelompok bersenjata yang sudah sangat terkenal di wilayah Provinsi Tanganyika,” urainya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa Operasi Wibawa 02 yang diselenggrakan selama tiga hari ini, pada awalnya hanya sebagai tim aju yang bertugas untuk mengamankan dan mencari jalan dalam rangka kegiatan gabungan antara MONUSCO dan otoritas pemerintah lokal yang dikemas dalam bentuk Joint Activity Mission (JAM).

“Namun karena kendala cuaca, kegiatan JAM yang sudah direncanakan, tidak dapat dilaksanakan, sehingga Operasi Wibawa 02 tetap berlanjut dengan menggelar kegiatan Cimic dan melaksanakan komunikasi bersama tokoh masyarakat, di wilayah Distrik Kagunda,” terangnya.

Baca Juga  Menuju Garis Akhir RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

“Selain kegiatan Cimic dan komunikasi bersama tokoh masyarakat, Operasi Wibawa 02 juga bertujuan mengajak Combatan yang masih berada di hutan untuk turun ke desa dan bergabung bersama masyarakat, guna mengakhiri konflik serta memulai hidup damai dan layak,” jelas Dwi Sasongko.

Selanjutnya satu pucuk senjata jenis AK-47 dan magazen tersebut diserahkan kepada Staf ¬Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR/RR) untuk diproses sesuai dengan ketentuan UN.

Dikatakan pula, memasuki bulan terakhir masa penugasan di Republik Demokratik Kongo khususnya Sektor Selatan, Satgas Indo RDB Monusco telah berhasil mengumpulkan senjata dari Ex-Combatan sebanyak 53 pucuk senjata.

Adapun senjata ini terdiri dari 46 pucuk AK-47, 2 pucuk Machine Gun, 2 pucuk RPG, 2 pucuk Arquebus, 1 pucuk mortir, 1 buah granat, puluhan senjata tajam, ratusan busur dan ribuan anak panah,” pungkasnya. (Pen)