Press "Enter" to skip to content

Buwas Dinilai Berpotensi di Sektor Pertanian

Social Media Share
JAKARTA, NP –  Pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta, Emrus Sihombing menilai bahwa Direktur Utama Bulog, Budi Waseso berpotensi untuk ditunjuk menjadi menteri pertanian. Apalagi, jika Budi Waseso mampu memberikan road map untuk menghentikan impor produk pangan.

“Misalnya produksi beras bisa digenjot, dan sampai para triwulan keempat bisa stop. Kalau disajikan bagus, bisa saja dipertimbangkan jabatan itu,” ujar Emrus.

Seperti diketahui sebelum-sebelumnya, Budi Waseso memiliki ketegasan untuk menolak impor beras. Menurut Emrus, ketegasan-ketegasan seperti itu sebaiknya dijadikan sebuah road map guna menjadikan pengelolaan sektor pertanian yang lebih baik.

“Itu tidak salah bagaimana pandangan dia. Kalau bagus, perlu dipertimbangkan. Tetapi, sajikan dulu strategi dan road map itu lebih bagus,” imbuhnya.

Peningkatan Kesejahtraan Petani

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Pertanian IPB, Dwi Andreas mengatakan bahwa pemerintah perlu mengubah fokus pengelolaan sektor pertanian. Menurutnya, yang harus diutamakan adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan para petani, ketimbang meningkatkan produksi.

Dia berpendapat, ketika kesejahteraan para petani meningkat, maka diyakini juga akan berdampak kepada peningkatan produksi. Sementara, fokus yang dilakukan selama ini untuk meningkatkan produksi dengan cita-cita terciptanya swasembada pangan, dapat dikatakan gagal. Indikasinya adalah terus meningkatnya angka impor pangan.

Oleh karena itu dia berpendapat perlu perubahan paradigma, dari fokus produksi ke peningkatan kesejahteraan petani. “Pembangunan pertanian kedepan perlu didasarkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Selama ini kan di desain sedemikian rupa untuk tingkatkan produksi, tetapi lupa dengan siapa yang memproduksi,” ujar Dwi Andreas.

Masalah Bawang Putih

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR, Ono Surono mengatakan penunjukan posisi menteri merupakan hak prerogatif Presiden. Menurutnya, kinerja Mentan Amran Sulaiman, sudah cukup baik, utamanya terkait dengan pasokan bahan pangan jelang Lebaran. Namun menurutnya bawang putih masih menjadi kendala.

Baca Juga  Ketua DPR Ingatkan Kembali Netralitas Aparatur Sipil Negara

“Bawang putih memang kita cenderung melihat ada gebrakan dalam beberapa bidang selama kurun waktu hampir lima tahun. Tinggal ke depan bagaimana kita lebih fokus peningkatan produksi,” tuturnya.

Ke depan dirinya berharap adanya peningkatan produksi sektor pertanian dalam negeri, dan dibarengi dengan perbaikan data pangan secara keseluruhan. (smc/her)