Press "Enter" to skip to content

BMKG : Waspada Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Social Media Share

Foto ilustrasi gelombang tinggi.(ist)

JAKARTA, NP  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) memperingatkan adanya potensi gelombang tinggi dalam empat hari ke depan (28-31 Mei 2019) di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Demikian Kabag Humas BMKG, Taufan Maulana dalam rilisnya yang diterima redaksi,  Selasa (28/5/2019).

Menurut Taufan, peningkatan gelombang tinggi ini disebabkan oleh pola angin di wilayah utara Indonesia umumnya berembus dari timur – selatan dengan kecepatan 3 – 15 knot, sedangkan di wilayah selatan Indonesia umumnya angin berembus dari timur – tenggara dengan kecepatan 3 – 20 knot.

Sementara itu, kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Enggano, Perairan selatan Jawa hingga Lombok, Perairan P. Sawu – P. Rote, Laut Timor, Laut Jawa, Perairan selatan Kalimantan, Selat Makassar bagian selatan, Laut Banda, Perairan Kep. Letti – Kep. Tanimbar, Perairan selatan Kep. Kei – Kep. Aru, Perairan Yos Sudarso – Merauke, Laut Arafuru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Berdasarkan pengamatan BMKG, terdapat adanya peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah seperti Perairan Utara Sabang, Selat Makassar bagian selatan, Perairan Sabang – Banda Aceh, Laut Bali bagian timur, Perairan Barat Aceh hingga Kep.Mentawai, Laut Sumbawa, Perairan Pesisir Bengkulu, Perairan Kep. Salabana, Perairan Barat Lampung, Perairan Kep. Selayar bagian timur, Samudera Hindia Barat Aceh hingga Bengkulu, Teluk Bone bagian selatan, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Bau Bau, Perairan Selatan Sumbawa – P. Sumba, Perairan Manui, – Kendari, Selat Alas bagian selatan, Telik Tolo, Selat Sape bagian selatan – Selat Sumba, Perairan Selatan Kep. Banggai, Perairan P. Sawu – Kupang – P. Rote, Laut Flores dan Laut Banda, Laut Sawu dan Perairan Selatan Flores, Perairan Selatan P. Buru – Seram, Selat Karimata, Perairan Kep. Letti – Kep. Sermata, Laut Jawa, Perairan Utara Kep. Babar – Kep. Tanimbar, Perairan Utara Jawa Barat hingga Kep Kangean, Perairan Selatan Kep. Kei – Kep. Aru, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Yos Sudarso, Perairan Kotabaru, dan Laut Arafuru bagian timur.

Baca Juga  Mentan Syahrul Serahkan Penghargaan Abdibaktitani

“Beberapa perairan Indonesia lainnya seperti Perairan Barat P. Enggano, Samudera Hindia barat Lampung hingga selatan NTT, Perairan Selatan Banten hingga Jawa Timur, Selat Bali dan Lombok bagian selatan, Laut Timor selatan NTT, Perairan Timur Kep. Wakatobi, Perairan Selatan Kep. Babar hingga Kep. Tanimbar, serta Laut Arafuru bagian barat dan tengah berpotensi dilanda gelombang yang lebih tinggi berkisar antara 2,5 hingga 4 meter.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

“Untuk itu, BMKG selalu mengimbau pada masyarakat terutama nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m) untuk selalu waspada,”tutup Taufan.(red)