Press "Enter" to skip to content

BMKG: Potensi Ketinggian Gelombang Mencapai 6 Meter, Warga Pesisir Dihimbau Waspada

Social Media Share

Foto ilustrasi gelombang tinggi.(ist)

JAKARTA, NP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) merilis peringatan dini potensi gelombang tinggi yang dapat terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia dalam empat hari kedepan (14-17 Juni 2019). Ketinggian gelombang dapat mencapai 1,25 hingga 6 meter. Demikian rilis resmi Kabag Humas BMKG, Taufan Maulana, Jumat, (14/6/2019).

Menurut Taufan, peningkatan ketinggian gelombang terjadi menyusul adanya pola angin di wilayah utara ekuator umumnya berembus dari timur – tenggara dengan kecepatan 4 – 15 knot. Sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya angin berembus dari timur – tenggara dengan kecepatan 4 – 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan P. Enggano hingga selatan Jawa, Perairan P. Sawu – P. Rote, Laut Timor, Perairan Sulawesi Tenggara, Laut Banda, Perairan Kep. Sermata – Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Kei – Kep. Aru, Laut Arafuru, Perairan Yos Sudarso – Merauke.

Dari hasil pantauan BMKG, terdapat peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah seperti Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian tengah dan timur, Perairan Utara P. Madura hingga Kep. Kangean, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan, Perairan Bau Bau hingga Kep. Wakatobi, Perairan Manui – Kendari, Teluk Tolo, Perairan Selatan Kep. Sula hingga Kep. Banggai, Laut Flores bagian timur, Perairan Selatan Flores, Laut Sawu, Perairan P. Sawu hingga P. Rotte – Kupang, Laut Timor, Perairan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Kei hingga Kep. Aru, Laut Banda, Perairan Selatan Ambon, Laut Seram, Perairan Fak Fak – Kaimana, Perairan Agats – Amamapere, dan Laut Arafuru.

Baca Juga  Caleg Merayu TKI di Luar Negeri: Jelang Pemilu Datang, Usai Coblosan Ngilang

Taufan menambahkan, beberapa wilayah perairan Indonesia lainnya juga berpeluang mengalami gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2.5 hingga 4 meter. Wilayah perairan tersebut di antaranya Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat P. Simeulue hingga Kep. Mentawai, Perairan Bengkulu hingga barat Lampung, Samudera Hindia Barat Aceh hingga Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Banten hingga P. Sumba, Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan, serta Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT.

Sementara itu, wilayah Perairan Barat Kep. Enggano dan Samudera Hindia barat Lampung berpeluang mengalami gelombang yang sangat tinggi mencapai 4 hingga 6 meter.

Nelayan dan masyarakat yang beraktivitas dengan moda transportasi laut dihimbau berhati-hati. Beberapa risiko tinggi terdapat pada perahu nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m, kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m, kapal ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m, serta kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m.

“BMKG juga mengimbau kepada masyarakat yang berdomisili atau sedang berada dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat untuk selalu siaga dan berhati-hati,”tutup Taufan. (red)