Press "Enter" to skip to content

BMKG : Pesisir Indonesia Waspada Gelombang Tinggi

Social Media Share

Foto ilustrasi gelombang tinggi.(ist)

JAKARTA, NP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) memperingatkan adanya potensi gelombang tinggi pada Jumat (24/5) hingga Senin (27/5/2019) di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.

Kabag Humas BMKG, Taufan Maulana dalam siaran persnya, Jumat (24/5/2019) menyatakan, peningkatan gelombang tinggi disebabkan oleh adanya pola sirkulasi di barat Aceh, Kalimantan, dan Papua Barat. Pola angin di wilayah utara Indonesia umumnya dari selatan – barat dengan kecepatan 3 – 15 knot, sedangkan di wilayah selatan Indonesia umumnya dari timur – selatan dengan kecepatan 3 – 20 knot.

Sementara itu, kecepatan angin tertinggi terpantau berada di Perairan Selatan Jawa, Laut Jawa, Perairan Timur Kep. Wakatobi, Laut Banda, Perairan Kep. Letti – Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Kei – Kep. Aru dan Laut Arafuru, serta Samudera Hindia barat Lampung hingga selatan NTB. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

BMKG mendeteksi adanya peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpotensi terjadi di sejumlah perairan Indonesia seperti Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang – Banda Aceh, Perairan Barat Aceh, Perairan Selatan Kaimana – Amamapre, Selat Sumba dan Selat Sape bagian selatan, Perairan Selatan Kalimantan, Laut Flores bagian timur dan Laut Banda, Perairan Selatan Kep. Kei – Kep. Aru, Perairan Utara Halmahera, Perairan Utara P. Biak hingga Sarmi – Jayapura, Samudera Pasifik utara Halmahera, Perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, Perairan Barat P. Simeulue hingga Kep. Mentawai, Samudera Hindia barat Aceh hingga Kep. Nias, Perairan Selatan P. Sumba, Perairan P. Sawu, Perairan Selatan Flores, Perairan Selatan Kep. Banggai hingga Kep. Sula, Perairan Selatan P. Buru hingga P. Seram, Perairan Kupang – P. Rotte, Laut Sawu dan Laut Timor selatan NTT, Selat Karimata bagian selatan, Perairan Utara Kep. Talaud, Perairan Utara Jawa Timur hingga Kep. Kangean, Laut Jawa dan Laut Sumbawa bagian utara, Samudera Pasifik utara Papua, Perairan BauBau – Kep. Wakatobi, Perairan Manui – Kendari, Teluk Tolo, serta Perairan Kep. Sermata – Kep. Tanimbar.

Baca Juga  Bamsoet Dukung Pemindahan Ibu Kota Negara

Beberapa wilayah pesisir Indonesia lainnya juga berpotensi diterpa gelombang yang lebih tinggi berkisar antara 2,5 hingga 4 meter. Wilayah pesisir tersebut di antaranya Perairan Enggano – Bengkulu, Perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa, Perairan Barat Lampung, Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan, Samudera Hindia barat Kep. Mentawai hingga Lampung, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT, Selat Sunda bagian selatan, dan Laut Arafuru.

Menurut Taufan, potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau pada masyarakat terutama nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m) untuk selalu waspada. (red)