Press "Enter" to skip to content

Sidang Marathon hingga Dini Hari, Satpam dan Petugas Layanan PN Jakpus Tetap Siaga

Social Media Share

Suasana pelayanan di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang setiap hari melayani masyarakat pencari keadilan.(Foto: Liu)

JAKARTA, NP – Kursi-kursi tunggu empat seater masih diduduki sebagian pengunjung di lobi Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Kelas IA Khusus. Pada hari biasa, kursi-kursi tersebut biasanya penuh sejak pagi hingga sore oleh masyarakat pencari keadilan maupun pengguna layanan lainnya.

Saat waktu Maghrib tiba, sejumlah umat Islam yang seharian berpuasa segera menyantap makanan dan minuman yang telah disiapkan. Setelah berbuka, mereka melanjutkan dengan menunaikan salat Maghrib.

Gedung PN Jakarta Pusat hampir tidak pernah sepi. Berbagai persidangan kerap berlangsung secara marathon hingga larut malam, bahkan sampai dini hari. Sejumlah perkara besar, termasuk kasus yang berkaitan dengan PT Pertamina dan lainnya, pernah disidangkan hingga waktu yang sangat panjang.

Duta layanan PTSP Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Tya, membantu masyarakat pencari keadilan menggunakan aplikasi layanan berbasis digital.(Foto: Liu)

Ketika lampu-lampu di koridor gedung mulai dipadamkan satu per satu, aktivitas di beberapa ruang sidang masih terus berjalan. Majelis hakim tetap memimpin jalannya sidang, mulai dari mendengarkan tanya jawab para pihak hingga menggali keterangan saksi.

Kondisi tersebut membuat petugas keamanan atau satpam PN juga harus tetap siaga. Edy Purwanto, salah satu anggota satpam PN Jakarta Pusat, mengaku tidak jarang harus menginap karena persidangan berlangsung hingga dini hari.

“Sebagian anggota satpam memang menginap. Ada juga yang kontrak rumah di sekitar Jalan Bungur, Kemayoran. Kami kadang tidur seadanya di selasar, karena pagi hari sudah harus kembali bertugas di PN. Apalagi kalau persidangan berlangsung panjang sampai dini hari untuk kasus-kasus tertentu,” kata Edy Purwanto kepada redaksi di Jakarta, Kamis pekan lalu (5/3/2026).

Suasana sidang pembacaan putusan mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang dipadati kerabat dan pendukung.(Foto: Liu)

Meski mengakui tugas yang dijalankan tidak ringan, Edy mengatakan dirinya dan rekan-rekannya tetap berusaha menjalankan tugas dengan baik. Terlebih jika ada persidangan yang menyita perhatian publik, pengamanan biasanya juga diperkuat dengan bantuan aparat kepolisian dari wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Keluh kesah pasti ada, tapi kami jalani saja. Untungnya komandan kami juga mengayomi seluruh anggota,” ujarnya.

Sementara itu, Duta Layanan PN Jakarta Pusat, Tya, mengatakan tugas pelayanan kepada masyarakat juga memiliki tantangan tersendiri, terutama pada jam-jam sibuk ketika antrean masyarakat pencari keadilan memanjang.

Duta layanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dituntut menerapkan budaya 5S, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun dalam melayani masyarakat pencari keadilan.(Foto: Liu)

Ia menjelaskan, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di PN harus dibarengi dengan kualitas pelayanan yang baik. Petugas PTSP dituntut menerapkan budaya kerja 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun, serta prinsip 5R yang meliputi Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin.

“Kalau ada komplain, kadang suaranya keras atau bernada marah. Saya berusaha tetap tenang. Apalagi di bulan puasa seperti sekarang ini, banyak perkara yang diajukan. Karena ada libur dan cuti bersama, para pemohon terutama pengacara biasanya buru-buru menyelesaikan perkara,” kata Tya.

Menurut dia, hal tersebut juga berkaitan dengan tenggat waktu pengajuan perkara, termasuk pengajuan kasasi yang harus dilakukan tepat waktu. (Liu)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *