Press "Enter" to skip to content

Munira Abdulla Kembali Sadar Setelah 27 Tahun Dalam Kondisi Vegetatif

Social Media Share

Sejak sadar dari kondisi vegetatif di sebuah klinik di Jerman, bulan Mei tahun lalu, kini Munira Abdulla telah kembali ke rumah. Ia dibawa ke Jerman setelah alami kecelakaan mobil serius di tahun 1991 lalu.

Kasus serupa juga menimpa James Morris (foto, BBC). Setelah selama 54 tahun dirawat di Wester Moffat Hospital, James akhirnya tutup usia di umur 75 tahun pada Mei 2017.

Munira Abdulla masih berusia 32 tahun saat kecelakaan mobil serius menimpa dan membawanya pada kondisi vegetatif.

Putranya, Omar, yang ia jemput dari sekolah saat  kecelakaan terjadi pada 1991   mengatakan menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkan. Meski sang ibu telah sadar sejak bulan Mei tahun lalu, mereka sekeluarga sepakat menunggu kondisi Abdulla hingga stabil, dan barulah Rabu (24/4) lalu berita bahagia ini dibagikan ke publik.

Omar baru berusia empat tahun saat kecelakaan terjadi. Dirinya juga alami luka akibat kecelakaan. “Kami merasa perlu membagikan cerita ini kepada orang yang mengalami hal serupa”, ungkap Omar.

Mimpikan Momen Ini Bertahun-tahun

Selama di Jerman, Omar sangat jarang meninggalkan ibunya, “Saya memimpikan momen ini selama bertahun-tahun dan nama sayalah yang pertama kali ia ucapkan”. Abadulla mendapatkan perawatan di Schon Clinic di Bad Aibling, di selatan Jerman setelah para dokter di sana dikontrak oleh Konsulat Jenderal UEA. Astrid Reining, juru bicara klinik mengatakan “Ini kedengarannya seperti sebuah keajaiban, tapi ini adalah sebuah perawatan medis yang sangat luar biasa.”

Friedemann Müller, ahli neurologi yang menangani Abdulla di Bad Aibling menegaskan bahwa kondisi vegetatif  “kesadaran minimal” jangan dikelirukan dengan koma.

Proses Lambat

Müller juga mengatakan bahwa prosesnya lambat: “Tidak ada pasien yang tiba-tiba terbangun dari koma setelah 27 tahun. Kondisi fisik dan mental pasien berkembang pesat setelah beberapa minggu. Kini ia bisa kembali berinteraksi secara sadar dengan lingkungan dan keluarganya lagi.”

Baca Juga  PDB Sektor Hortikultura dan Peternakan Meningkat Tajam

Abdulla kini dalam keadaan cacat berat dan bergantung pada kursi roda. Dokter-dokter  yang menanganinya melakukan berbagai penanganan kombinasi antara terapi fisik, obat-obatan, operasi dan simulasi sensor.

Müller mengatakan dokter-dokter di Schön Clinic mengedepankan pendekatan holistik pada Abdulla, seperti pemeriksaan kontraksi otot dengan menggunakan exoskeleton, menyesuaikan obat-obatan dan membawanya keluar untuk mendengar kicauan burung.

Ia menambahkan, “Kasus ini sangat tidak biasa, tapi tidak unik.” Ia juga sepakat hal yang dialami Abdulla memberikan harapan bagi pasien dengan kondisi serupa.

“Banyak dokter berkata kepada kami untuk tidak berharap banyak setelah kondisi 15 atau 20 tahun koma, tapi saya tidak pernah menerima perkatan itu,” ujar Omar. “Semua ada di tangan Tuhan. Saya tidak pernah kehilangan harapan”, lanjutnya.

Selama 54 Tahun

James Morris adalah warga dari North Lanarkshire, Skotlandia, yang pada tahun 1962 mengalami kecelakaan mobil dan harus dilarikan ke rumah sakit. Ketika itu hanya panggul dan tulang hidungnya yang patah namun saat tengah dirawat James mengalami serangan jantung.

Karena kejadian itu sebagian besar otak James mati membuat tubuh kehilangan seluruh kendalinya kecuali untuk fungsi vital. James secara teknis masih hidup namun terperangkap dalam tubuh tanpa kesadaran sempurna atau yang disebut juga kondisi vegetatif.

Dengan harapan kondisinya lambat laun bisa pulih, keluarga dan staf rumah sakit berusaha merawat James sebaiknya.

“Selama beberapa tahun kemudian kami menemukan cara untuk berkomunikasi dengannya. Dia ada di sana secara mental tapi tidak bisa berkomunikasi dengan kita semua,” ungkap sang adik, Karl Morris (62), seperti dikutip dari BBC, dua tahun lalu.
“Dia hanya bisa belajar tiga kata lagi, hal-hal favorit dalam hidupnya ‘rumah, ‘pub’, dan ‘kuda,'” lanjut Karl.

Baca Juga  Kopda Hardius Kuasai 7 Bahasa Asing, 28 Atase Militer Terkesan

Beberapa tahun berlalu namun tidak ada kemajuan dengan kondisi James. Ia tetap berada dalam vegetatif hingga lambat laun keluarga pun menerima kondisinya.

Selama 54 tahun dirawat di Wester Moffat Hospital, James akhirnya tutup usia di umur 75 tahun. Pihak rumah sakit mengatakan bahwa James adalah pasien terlama yang pernah dirawat.

“Setelah menghabiskan waktu sangat lama di rumah sakit, Jimmy (panggilan akrab James -red) menyentuh kehidupan banyak orang. Dia adalah teman yang baik dengan karakter hebat, dia pasti akan dirindukan oleh semua orang di rumah sakit,” ungkap salah satu perawatnya, Helen Ryan. (DW/BBC/her)