Press "Enter" to skip to content

IKKSU Konsolidasikan Paskah 2026 dan Charity Night untuk Korban Banjir Keuskupan Sibolga

Social Media Share

JAKARTA, NP – Ikatan Keluarga Katolik Sumatra Utara (IKKSU) kembali menggelar misa di Pusat Pastoral Samadi Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Duren Sawit, Jakarta Timur. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi panitia menjelang Charity Night yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 8 Maret 2026.

Misa dan rapat panitia tersebut dihadiri Ketua Umum IKKSU Lodewijk Sihite, Ketua Panitia Paskah Kasianus Telaumbanua bersama istri, Seksi Humas Kornelius Wau, serta Seksi Dana Frank Simorangkir.

Bacaan Injil diambil dari Lukas 6:20 (TB): “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.” Bacaan ini menjadi refleksi sekaligus penguatan spiritual bagi seluruh panitia dalam mempersiapkan rangkaian kegiatan Paskah.

Panitia dan Pengurus IKKSU telah menyepakati Perayaan Paskah 2026 akan dilaksanakan pada 12 April 2026 di Graha Delima 2, Pekayon, Bekasi Barat. Namun, persiapan Paskah tahun ini diliputi keprihatinan mendalam menyusul bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Keuskupan Agung Sibolga, pada November lalu.

Dalam rapat panitia keempat yang berlangsung di Aula Sekolah Santa Lucia, Rawalumbu, Ketua Panitia Paskah, Dr. Kasianus Telaumbanua, memaparkan kondisi terkini para korban bencana. Tayangan video dan foto dari lokasi bencana menggambarkan situasi memilukan: anak-anak harus berjalan kaki hingga tiga kilometer untuk bersekolah, rumah-rumah hanyut diterjang banjir, sebagian warga masih tinggal di tenda pengungsian, bahkan menghadapi diskriminasi dalam pelayanan kesehatan.

Rapat Panitia Paskah IKKSU membahas persiapan Paskah 2026 sekaligus aksi solidaritas bagi korban banjir bandang Keuskupan Sibolga.(Foto: Ist)

“Hingga hari ini, beberapa wilayah seperti Hutanabolon masih terisolasi dan belum pulih sepenuhnya. Kondisi ini nyaris tidak tersentuh liputan media nasional,” ujar Kasianus.

Ia menegaskan bahwa Paskah IKKSU tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana solidaritas nyata. Dana yang dihimpun akan difokuskan untuk membantu umat Katolik terdampak bencana di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.

Dukungan juga datang dari Uskup Sibolga Mgr. Fransiskus Sinaga, yang bersama para imam—Pastor Alboen Simatupang, Pr., Pastor Rohendi Marpaung, Pr., Pastor Agustinus Hutabarat, Pr., dan Pastor Adian Tobing, Pr.—telah meninjau langsung lokasi bencana. Mgr. Fransiskus menyampaikan harapan besar agar IKKSU dapat berperan aktif dalam membantu para korban. Uskup Sibolga dijadwalkan memimpin langsung Perayaan Paskah IKKSU pada 12 April 2026.

Ketua Umum IKKSU Lodewijk Sihite mengungkapkan pengalamannya saat berkunjung ke Sibolga. “Awalnya saya biasa saja, tetapi setelah melihat langsung kondisinya, saya tersadarkan,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi dedikasi Ketua Panitia Paskah yang tetap bekerja keras di tengah kesibukannya sebagai Hakim Tinggi.

Sementara itu, Tim Dana yang diwakili Protatius Siboro melaporkan bahwa capaian penggalangan dana baru mencapai sekitar 12 persen. Respons paroki-paroki berbasis IKKSU dan tingkat keterisian meja untuk Charity Night di Samadi dinilai masih belum menggembirakan.

Tim Humas IKKSU pun mengakui kinerja publikasi belum optimal dan berkomitmen melakukan konsolidasi agar gaung Paskah IKKSU semakin terdengar di publik, khususnya di lingkungan gereja.

Rapat panitia ditutup dengan doa Angelus yang dipimpin Ketua Panitia Paskah dan dihadiri Pastor Sandro Simanjorang, SVD, serta para suster dari KSFL dan KYM yang diharapkan turut membantu pelaksanaan Charity Night.

Rapat berlangsung dalam suasana hangat, bertepatan dengan peringatan 40 tahun pernikahan Kasianus Telaumbanua dan istri. Kebersamaan tersebut menjadi simbol kekuatan solidaritas dalam memikul tanggung jawab bersama.

“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” demikian semangat yang mengemuka. Mengutip Kolose 3:23, panitia menegaskan bahwa seluruh karya pelayanan dan kepedulian kepada sesama korban bencana merupakan wujud pengabdian kepada Tuhan. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *