Press "Enter" to skip to content

Pendiri FK UNEJ Bagi Inspirasi Karier dan Bedah Saraf dalam Kuliah Khusus

Social Media Share

Pakar bedah saraf nasional
Prof. Dr. dr. Satyanegara, Sp.BS,.sampaikan kuliah khusus.(Ist)

JEMBER, NP — Lulusan Fakultas Kedokteran (FK) tidak harus selalu menjadi dokter praktik. Mereka dapat berkiprah di berbagai bidang lain asalkan memiliki motivasi, keterampilan yang relevan, serta semangat untuk terus belajar dan beradaptasi. Hal itu disampaikan oleh salah satu pendiri Fakultas Kedokteran Universitas Jember (UNEJ), Sigit Hendrawan Samsu, dalam kuliah khusus yang berlangsung di Auditorium FK UNEJ, Senin (8/9/2025).

Kuliah khusus bertajuk “Menggali Inspirasi dari Ilmu Bedah Saraf hingga Kesehatan Finansial” tersebut dihadiri sekitar 500 mahasiswa dari berbagai fakultas. Hadir pula sebagai narasumber, pendiri FK UNEJ lainnya, Prof. Dr. dr. Satyanegara, Sp.BS, yang juga merupakan pakar bedah saraf nasional.

Dalam paparannya, Sigit Samsu mendorong mahasiswa untuk tidak terpaku pada gelar akademik semata. Dunia kerja saat ini menuntut fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi yang tinggi. Lulusan FK, katanya, dapat meniti karier di luar sektor kesehatan asalkan mampu memanfaatkan potensi diri.

Prof. Satyanegara (tengah) menerima penghargaan dari pimpinan FK UNEJ, dan salah satu pendiri FK UNEJ Sigit Samsu (kanan).(Ist)

“Kalau mereka sudah lulus FK tapi tidak bekerja sebagai dokter di rumah sakit, mau jadi apa? Ini pertanyaan penting yang perlu dijawab dengan motivasi maksimal dan semangat kewirausahaan,” kata Sigit.

Ia menambahkan bahwa materi kuliah yang dibawakan bukan membahas keuangan secara teknis, tetapi lebih pada pembangunan motivasi, semangat berwirausaha, serta kesiapan menghadapi realitas dunia kerja yang terus berubah.

Sigit Samsu merupakan CEO Berkah Maju Sejahtera (Aerostarjet Aviation), penyedia layanan exclusive air charter, sekaligus pendiri perusahaan agribisnis PT Mitra Tani Dua Tujuh di Jember. Pengalamannya di sektor industri dijadikan landasan untuk menyampaikan materi kuliah yang menggabungkan strategi jangka panjang, tindakan cepat, serta fleksibilitas berpikir.

Sekitar 500 mahasiswa dari beberapa fakultas di UNEJ menghadiri Kuliah Khusus Prof. Satyanegara dan Sigit Samsu.(Ist)

Sementara itu, Prof. Satyanegara menyampaikan materi ilmiah mengenai perkembangan ilmu bedah saraf. Ia juga menyinggung tentang penggunaan istilah “kuliah khusus” yang menggantikan istilah “kuliah tamu”.

“Kami bukan lagi tamu di UNEJ. Kami sudah menjadi bagian dari universitas ini, bahkan duduk di Dewan Penasehat. Jadi, istilah ‘kuliah tamu’ kurang tepat. Tapi esensinya tetap sama, yaitu berbagi ilmu dan pengalaman kepada mahasiswa,” ujar Satyanegara.

Kuliah berlangsung selama dua jam, dimulai pukul 10.30 hingga 12.30 WIB, dengan sesi tanya jawab selama satu jam. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada kedua narasumber.

Kegiatan kuliah khusus ini bukan kali pertama digelar oleh FK UNEJ. Kegiatan serupa telah menjadi agenda rutin yang bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan profesionalisme, inovasi, serta pengembangan karakter.(Liu)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *