Suasana Rapat Koordinasi Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan 2026. Pemerintah menekankan pengawasan pangan strategis menjelang Ramadan dan Idul Fitri. (Foto: Ist)
JAKARTA, NP — Pemerintah menegaskan penguatan pengawasan harga, keamanan, dan mutu pangan untuk melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas pasokan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026, Rabu (4/2/2026).
Rapat ini menjadi momentum penyamaan langkah lintas instansi untuk mencegah pelanggaran harga dan peredaran pangan yang tidak memenuhi standar. Fokus pengawasan ditujukan pada komoditas strategis seperti telur ayam ras, daging ayam ras, serta daging sapi dan kerbau.
Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono menegaskan kesiapan aparat menindak tegas pelanggaran, termasuk praktik mafia pangan, dengan tetap menjaga profesionalisme agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat.
Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy menambahkan, Satgas menjadi instrumen penting menjaga keterjangkauan harga pangan dan memastikan harga sesuai HET dan HAP. Badan Pangan Nasional juga menyalurkan SPHP, bantuan pangan, dan Gerakan Pangan Murah di seluruh provinsi.
Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Letjen TNI (Purn.) Irham Waroihan menekankan pengawasan dari hulu ke hilir, dengan sanksi tegas bagi pelanggaran. Menurutnya, tidak ada toleransi terhadap praktik yang merugikan masyarakat.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah menyiapkan berbagai langkah pengamanan, termasuk early warning system, operasi pasar, dan inspeksi mendadak bersama Satgas Pangan. Tahun ini, pelanggaran tidak hanya diberi imbauan, tetapi langsung ditindak.
Melalui penguatan Satgas Sapu Bersih 2026, pemerintah berharap stabilitas harga, keamanan, dan mutu pangan nasional tetap terjaga, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran negara. (red)







Be First to Comment