Press "Enter" to skip to content

Menteri Bahlil Tinjau Pemulihan Listrik di Aceh, Target Selesai 4–5 Desember

Social Media Share

Menteri ESDM cek kondisi tower Bireuen–Arun yang rusak diterjang banjir. (Foto: Ist)

ACEH, NP — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bireuen, Aceh, Selasa (2/12/2025), untuk meninjau kerusakan infrastruktur ketenagalistrikan akibat banjir dan angin kencang. Kunjungan ini menjadi bentuk kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan layanan listrik bagi masyarakat terdampak.

Di Bireuen, Bahlil meninjau salah satu tower transmisi pada jalur Bireuen–Arun yang rusak diterjang banjir. Ia memberi arahan langsung kepada tim teknis PLN agar percepatan perbaikan dilakukan secara menyeluruh, mengingat jalur tersebut merupakan suplai utama listrik bagi sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

“Saya berterima kasih atas dedikasi kalian. Sekarang waktunya kita kerja untuk Ibu Pertiwi. Medannya tidak mudah, tapi ini panggilan untuk mengabdi kepada negara dan rakyat,” ujar Bahlil.

Menteri ESDM juga mengunjungi lokasi material tower emergency (TE) di Bireuen untuk melihat proses optimalisasi logistik perbaikan tower rusak. Selain fokus pada infrastruktur energi, ia menyambangi posko bantuan dan lokasi pengungsian untuk menyerahkan bantuan serta memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Bahlil menegaskan, kehadirannya bersama Dirut Pertamina, Dirut PLN, dan Dirjen Ketenagalistrikan bertujuan memastikan penanganan masalah listrik dan BBM berjalan cepat. “Listrik dan BBM adalah persoalan paling vital,” tegasnya.

Pemulihan Listrik Ditargetkan Rampung 4–5 Desember

PLN menargetkan pemulihan pasokan listrik di Banda Aceh dan Aceh Bagian Barat rampung pada Jumat (4/12) atau Sabtu (5/12). Tower emergency akan dipasang dalam waktu dua hari untuk memulihkan sistem dari pembangkit Arun dan Naganraya.

Banjir dan angin kencang merusak sedikitnya 12 tower transmisi pada jalur SUTT 150 kV, termasuk Bireuen–Arun, Brandan–Langsa, dan Peusangan–Bireuen. Kerusakan ini menyebabkan gangguan pasokan listrik di berbagai wilayah seperti Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Tengah, Langsa, hingga Aceh Selatan dan Aceh Singkil.

Hingga hari ini, progres pemulihan menunjukkan perkembangan signifikan:

  • 153 dari 263 penyulang (58,2%) telah normal
  • 6.844 dari 9.669 gardu (70,8%) kembali menyala
  • Pemulihan daya mencapai 173,05 MW (69,8%)
  • 727.735 pelanggan (69,7%) kembali menikmati listrik

Relaksasi Pembelian BBM Tanpa Barcode

Untuk mengatasi antrean panjang BBM di wilayah terdampak, pemerintah memberikan relaksasi aturan pembelian BBM tanpa barcode bagi masyarakat Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Distribusi BBM juga dilakukan melalui jalur laut dan udara menggunakan drum dan jeriken karena banyak akses darat terputus. Kementerian ESDM berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk mempercepat pembukaan akses jalan.

“BBM ada, tapi jalurnya tidak bisa dilewati. Karena itu kita kirim lewat laut, udara, bahkan menggunakan jeriken dan drum dari Jakarta,” jelas Bahlil.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan terus mengikuti informasi resmi. Pemerintah memastikan seluruh proses pemulihan dilakukan cepat, tepat, dan aman agar aktivitas sosial serta ekonomi masyarakat Aceh dapat kembali normal.(red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *