Press "Enter" to skip to content

Menko Luhut : Hilangkan Prasangka Buruk yang Perkeruh Situasi Kebangsaan

Social Media Share

JAKARTA, NP – Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan kembali mengajak para pegawai lingkup Kemenko Kemaritiman, dan seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya, untuk kembali memaknai dan meresapi Bulan Ramadhan ini dengan khusyuk. Apalagi, lanjut Menko Luhut, momen Bulan Suci yang tinggal hitungan hari ini, sangatlah tepat untuk setiap insan guna mempererat tali silaturahmi.

“Maka untuk menjaga harmonisasi ikatan tersebut diperlukan upaya-upaya untuk memperkuatnya. Hal ini dapat dilakukan melalui proses silaturahmi. Melalui komunikasi yang terjalin di dalam sebuah silaturrahmi, maka tersebarlah rasa empati, kepedulian dan cinta kasih kepada sesama. Bulan Ramadhan tinggal beberapa hari, mari kita terus memperbaiki diri, memperbaiki hubungan dengan saudara-tetangga atau rekan sejawat yang mungkin kemarin sempat renggang karena berbeda pilihan pada saat Pemilu. Mari kita saling memaafkan dan merajut silaturahmi, menghilangkan prasangka buruk yang memperkeruh situasi kebangsaan kita,” ujarnya, dikutip dari rilis Dalam Acara Buka Bersama Kemenko Bidang Kemaritiman, dihelat di Jakarta, (27-5-2019).

Menko Luhut juga menyatakan, rentetan peristiwa terkait aksi unjuk rasa yang terjadi pada tanggal 21 – 23 Mei silam, dinilainya cukup memprihatinkan dan menyedihkan. Namun, Menko Luhut meyakini, pada dasarnya semangat persatuan sebagai satu bangsa yang besar, masih ada di dalam hati sanubari setiap anak bangsa.

“Ketika perbedaan pendapat musti ditunjukkan dengan cara-cara yang represif. Namun saya berharap kondisi ini tidak akan terus berlanjut karena saya yakin semangat persatuan dan kasih sayang antar sesama masih ada dalam hati nurani kita masing-masing,” tambahnya.

Tak lupa, Menko Luhut pun terus mengajak segenap keluarga besar Kemenko Bidang Kemaritiman untuk terus membangun kultur sumber daya manusia yang lebih baik.

Baca Juga  Usulan Indonesia, Tata Kelola Terumbu Karang Berkelanjutan Diadopsi PBB

“Terlebih lagi, mengingat SDM kita berasal dari berbagai kementerian dan Lembaga dengan budaya organisasi yang berbeda-beda. Namun, hal ini jangan kita jadikan sebagai penghambat dalam bekerja sama. Ambil hal-hal yang positif dari perbedaan ini agar kita dapat memajukan sektor kemaritiman Indonesia sehingga cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia tidak jadi sekadar cita-cita diatas kertas,” jelasnya.

Budidaya Perikananan Terus Didorong

Kemudian, Menko Luhut menjawab pertanyaan awak media yang mewawancarainya perihal budidaya perikanan yang dipandang masih berjalan lambat. Menurutnya, hal demikian akan terus dikejar dan pihaknya di bawah arahan Presiden Jokowi telah mempersiapkan berbagai langkah untuk mendorong hal tersebut.

“Kita juga jangan mencari siapa yang salah, yang penting semangat kita sama, yaitu sama-sama ingin yang terbaik bagi bangsa ini.

“Presiden minta soal budidaya perikanan agar segera didorong, dan kita akan segera mendorong hal tersebut. Masalahnya ada dalam hal perizinan, sekarang kita mau percepat masalah perizinan tersebut,” katanya.

Acara Buka Bersama Kemenko Bidang Kemaritiman ini dihadiri oleh, Menhub Budi Karya Sumadi, Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan perwakilan Kementerian dan Lembaga lain, serta seluruh pejabat Eselon I, II, III dan IV Kemenko Kemaritiman dan seluruh pegawai. Acara kali ini juga diwarnai dengan pemberian bingkisan untuk pegawai honorer berprestasi di Kemenko Kemaritiman.(rls)