Press "Enter" to skip to content

KTNA Sebut Kepemimpinan Menteri Amran Revolusioner

Social Media Share

JAKARTA, NP – Kebijakan pro petani yang dijalankan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendapatkan pujian khusus dari salah satu tokoh tani nasional yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir. Bahkan Winarno menyebutkan bahwa sejak awal Andi Amran Sulaiman terpilih sebagai Menteri Pertanian, dirinya meyakini sosok Amran akan membawa banyak perubahan yang revolusioner.

“Sejak awal Pak Amran menjadi Mentan, saya sudah prediksi Kementan pasti berubah. Saya hanya melihat beliau sebagai sosok yang memiliki tekad dan keinginan keras, serta sangat memerhatikan kepentingan petani,” sebut Winarno saat menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan Pekan Nasional Petani Nelayan XVI Tahun 2020, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (21/5/2019).

Perhatian terhadap kepentingan petani tersebut ditunjukkan dengan kebijakan pro petani, seperti pemberian bantuan pupuk, benih unggul, serta alat mesin dan pertanian. Pemberian bantuan ini secara signifikan mengurangi beban produksi petani.

Tak hanya memberikan bantuan, Kementan di bawah kepemimpinan Amran juga turut memberikan dukungan agar harga komoditas di tingkat petani bisa terjaga stabil. Salah satu langkah strategis yang dijalankan Kementan adalah dengan memfasilitasi terbentuknya tim Sergap atau Serap Gabah. Tim yang melibatkan Perum Bulog, TNI AD, dan pemerintah daerah ini bertugas untuk menyerap gabah petani sehingga stok beras bisa terjaga, sekaligus menjaga agar harga gabah di tingkat petani tetap stabil

“Kalau harga di level petani terjaga, petani pun bergairah bertani. Pak Amran paham kalau mau produksi meningkat, petani sebagai pelaku utama pertanian harus bisa ditingkatkan kesejahteraannya. Visi seperti ini yang tidak dimiliki semua orang,” sebut Winarno.

Kebijakan dan program pro petani yang digerakkan oleh Amran, disebut Winarno, berhasil meningkatkan kesejahteraan petani. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) tahun 2018 mencapai 102.46, tertinggi selama lima tahun terakhir. NTP selama ini dianggap sebagai salah satu indikator daya beli petani.

Baca Juga  Mentan-Gubernur Jatim Sidak dan OP Bawang Putih Rp 18.000 Per Kg di Pasar Porong Sidoarjo

Selain peningkatan NTP, peningkatan kesejahteraan petani juga tercermin dari penurunan angka kemiskinan di pedesaan. Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2019 sebanyak 9,82% turun 0,30% dibanding September 2017 yang sebesar 10,12%. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2018 sebanyak 25,95 juta orang. Jumlah ini turun 630.000 orang dibandingkan September 2017 yang sebesar 26,58 juta orang.

Target Kementan yang menetapkan swasembada bawang putih pada tahun 2021 juga mendapatkan dukungan penuh dari KTNA. Winarno mengungkapkan kebijakan wajib tanam 5 persen bagi para importir sudah sangat tepat. Diharapkan melalui kebijakan ini Indonesia bisa mengurangi ketergantungan terhadap bawang putih impor.

“Program wajib tanam akan mengembalikan semangat petani untuk bertanam bawang putih. Selama ini kita terlalu bergantung impor hingga 95 persen. Padahal kita mampu memenuhi sendiri mestinya,” tandasnya.

Winarno optimistis target swasembada bawang putih bisa tercapai. Hal yang harus menjadi fokus utama Kementan saat ini adalah perbanyakan benih bawang putih melalui program wajib tanam bagi impor. Apalagi dari sisi lahan, saat ini lahan yang sudah ditanami mencapai 20 ribu hektare. “Itupun saya yakin akan terus bertambah hingga tahun 2021,” ungkap Winarno.(red)