Press "Enter" to skip to content

Kemenhub Pastikan Kesiapan Angkutan Laut Lebaran 2026 di Labuan Bajo

Social Media Share

Kebersamaan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, KSOP Kelas III Labuan Bajo, dan BKI dalam pelaksanaan uji petik kelaiklautan kapal sebagai wujud sinergi pengawasan keselamatan Angkutan Laut Lebaran 2026. (Foto: Ist)

LABUAN BAJO, NP – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan melaksanakan kegiatan uji petik kelaiklautan kapal serta pemeriksaan kesiapan sarana angkutan laut dalam rangka Angkutan Lebaran Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada 28–30 Januari 2026 di wilayah kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo.

Kegiatan uji petik ini dipimpin langsung oleh Direktur Perkapalan dan Kepelautan Samsuddin bersama tim, sebagai tindak lanjut Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor IR-DJPL 1 Tahun 2026 tentang Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang Angkutan Lebaran Tahun 2026. Samsuddin menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif untuk memastikan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran menjelang puncak arus mudik Lebaran.

“Uji petik kelaiklautan kapal ini merupakan langkah strategis dan preventif untuk memastikan seluruh kapal yang akan melayani masyarakat berada dalam kondisi laik laut dan memenuhi standar keselamatan pelayaran,” ujar Samsuddin dalam press release saat memimpin kegiatan pemeriksaan di Labuan Bajo, Sabtu (31/1/2026).

Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah kapal penumpang, kapal penyeberangan, serta kapal wisata yang akan melayani Angkutan Lebaran 2026, antara lain KM Binaiya milik PT Pelni (Persero), KMP Cakalang milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), KM Dharma Rucitra VII milik PT Dharma Lautan Utama, kapal wisata Adishree, serta kapal kecepatan tinggi (High Speed Craft/HSC tipe C).

Menurut Samsuddin, seluruh kapal tersebut diperiksa secara menyeluruh, meliputi verifikasi dokumen kelaiklautan kapal, kondisi fisik kapal, kelengkapan alat keselamatan jiwa, peralatan navigasi, perlengkapan darurat, hingga penerapan standar manajemen keselamatan pelayaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kapal tidak hanya laik secara administratif, tetapi juga benar-benar siap secara teknis dan operasional, sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jasa transportasi laut,” katanya.

Lebih lanjut, Samsuddin menekankan bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk komitmen Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat, khususnya di kawasan destinasi wisata strategis seperti Labuan Bajo yang memiliki tingkat mobilitas penumpang cukup tinggi.

“Melalui pelaksanaan kegiatan ini, kami berharap seluruh operator kapal senantiasa mematuhi ketentuan keselamatan pelayaran dan terus meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 dapat berjalan dengan aman, selamat, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Selain melibatkan Tim Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, kegiatan uji petik ini juga didukung oleh Tim Marine Inspector KSOP Kelas III Labuan Bajo serta Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Ketiga unsur tersebut secara bersama-sama melakukan pemeriksaan teknis dan klasifikasi kapal guna memastikan seluruh armada yang akan beroperasi berada dalam kondisi laik laut dan siap melayani Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026. (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *