Press "Enter" to skip to content

Bapanas–Kementan Sidak TPH Ciputat, Harga Karkas Dikembalikan ke Rp106.000

Social Media Share

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa memimpin sidak di TPH Ciputat, Tangerang Selatan, guna menjaga stabilitas harga daging jelang HBKN.(Foto: Ist)

JAKARTA, NP — Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke enam tempat pemotongan hewan (TPH) di Ciputat, Tangerang Selatan, Ahad, 1 Februari 2026. Sidak yang dilakukan Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) tersebut menyusul adanya informasi kenaikan harga karkas sapi sebesar Rp1.000 per kilogram, di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas harga daging menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Inspeksi dipimpin Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa. Dari enam TPH yang diperiksa, hanya TPH Intisari 4 yang diketahui sempat menaikkan harga karkas dari Rp106.000 menjadi Rp107.000 per kilogram. Di lokasi, harga tersebut langsung dikembalikan ke posisi semula.

Ketut menjelaskan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan adanya kenaikan harga secara sepihak. “Kami menerima informasi kenaikan harga, sehingga langsung kami tindak lanjuti. Kami minta harga diturunkan dan tidak dinaikkan kembali,” kata Ketut dalam keterangan pers, Minggu (1/2/2026). Ia menegaskan, kebijakan tersebut harus dipatuhi seluruh TPH, dan pelanggaran akan ditindaklanjuti bersama aparat terkait.

Penanggung jawab TPH Intisari 4, Imron, menyatakan komitmennya untuk mengembalikan harga karkas ke posisi semula dan menjaga keseimbangan harga di pasar. “Akan kembali ke harga semula, dan tukang daging juga jangan sampai menaikkan harga dagingnya di pasar, supaya seimbang semua,” ujarnya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda menegaskan, pengembalian harga di tingkat TPH harus diikuti hingga ke pedagang daging di pasar tradisional. Menurutnya, stabilitas harga tidak boleh terhenti hanya di hulu. “Tadi dari rumah potong sudah mengembalikan harganya ke harga normal. Kami mohon seluruh pedagang daging eceran di pasar-pasar tradisional menjaga stabilitas harga daging ke tataran normal,” ujar Agung.

Agung menambahkan, Kementan telah berkoordinasi langsung dengan pemasok sapi dan asosiasi pelaku usaha guna menjaga konsistensi harga dari hulu ke hilir. Ia mengaku telah menghubungi feedloter serta pengurus Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) dan Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) agar harga sapi siap potong dan daging segar di pasar tetap sesuai kesepakatan.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, sapi yang dipotong di TPH Intisari 4 berasal dari PT Agrisatwa Jaya Kencana dengan harga Rp53.000–55.000 per kilogram bobot hidup. Feedloter menyampaikan, sapi yang dikirim baru dipelihara selama 2–2,5 bulan dengan bobot 400–450 kilogram. Kondisi tersebut sempat memengaruhi persentase meat yield dan dijadikan alasan penyesuaian harga karkas, namun kenaikan harga tidak dilanjutkan setelah dilakukan sidak.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Nasir menegaskan, pengawasan harga pangan dilakukan secara terpadu lintas instansi untuk menjaga kenyamanan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri. “Kami terus memantau bersama Dinas Perdagangan dan Polda. Pedagang di pasar juga harus menurunkan harga sesuai yang sudah disepakati,” katanya.

Pemerintah memastikan, langkah cepat di lapangan ini menjaga konsistensi harga dari hulu hingga hilir. Bagi peternak, harga sapi hidup tetap berada pada kesepakatan Rp55.000 per kilogram. Sementara bagi masyarakat, pengembalian harga karkas ke Rp106.000 per kilogram diharapkan dapat menahan kenaikan harga daging di pasar menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN). (red)

 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *