Press "Enter" to skip to content

2020, KKP Targetkan Konsumsi Ikan 56,39 Kg

Social Media Share

JAKARTA, NP –  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat. Hal ini penting, untuk menghela produksi ikan baik penangkapan maupun budidaya perikanan, yang pada akhirnya membangkitkan sektor kelautan dan perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, dalam konteks pembangunan masyarakat Indonesia, peningkatan konsumsi ikan diharapkan mampu meningkatkan asupan gizi masyarakat, dimana ikan merupakan bahan pangan yang mengandung protein berkualitas tinggi.

Hasi Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) menunjukkan 8% penduduk Indonesia masih menghadapi permasalahan kekurangan gizi, yang tentunya berpotensi menurunkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.

“Protein ikan diyakini dapat menjadi solusi dalam penanganan permasalahan kekurangan gizi sebagian masyarakat Indonesia”, ungkap Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP)-KKP Agus Suherman seperti dikutip dari rilis, di Jakarta, Jum’at (10/1).

Selanjutnya, Ia menjelaskan pada tahun 2020 s/d 2024, KKP menargetkan peningkatan angka konsumsi ikan nasional dari 56,39 kg/kapita/tahun ditahun 2020 menjadi 62,50 kg/kapita/tahun ditahun 2024. Hal ini berarti, pada periode tersebut KKP merencanakan peningkatan Angka Konsumsi Ikan sebesar 6,11 kg/kapita/tahun.

Pada tahun 2019, KKP dalam hal ini Direktorat Jenderal PDSPKP melakukan survei penghitungan sementara capaian angka konsumsi ikan nasional di 34 provinsi, yang mencapai sebesar 55,95 kg/kapita/tahun.

“Dari data ini, realisasi sementara angka konsumsi ikan nasional telah melebihi dari target nasional tahun 2019 sebesar 54,49 Kg/kapita/tahun”, tambah Agus Suherman.

Selanjutnya, Agus Suherman menegaskan bahwa data konsumsi ikan nasional yang dihitung KKP merupakan jumlah kilogram ikan yang dikonsumsi masyarakat Indonesia selama satu tahun yang dikonversi setara ikan utuh segar.

Baca Juga  Menko Luhut Tegaskan Pentingnya Pengamanan Awak Kapal Perikanan Indonesia

Peningkatan angka konsumsi ikan nasional ini, menggambarkan masyarakat Indonesia mulai terbiasa makan ikan dan diharapkan menjadi transformasi budaya pola makan di keluarga.

“Saya lihat perlahan-lahan sudah mulai menjamur restoran khusus hidangan ikan di kota-kota besar dan semakin bervariasi menu ikan menjadi pilihan hidangan di restoran lainnya,” ujar Agus Suherman.

Selanjutnya tahun 2020, untuk mencapai target angka konsumsi ikan sebesar 56,39 kg/kapita, KKP merencanakan penyerapan sebesar 7,6 juta ton produksi perikanan tangkap dan 4,5 juta ton produksi budidaya hasil perikanan. Hal ini berarti secara agregat, ikan yang akan diserap untuk mencapai konsumsi ikan sebesar 56,39 kg/kapita di tahun 2020 mencapai 12,1 juta ton yang sumbernya dari kegiatan penangkapan maupun budidaya hasil perikanan di Indonesia.

Sementara, dalam upaya peningkatan konsumsi ikan, KKP sejak 2004 menginisiasi sebuah program nasional Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) yang sifatnya promotif dan dilakukan dalam berbagai kegiatan, antara lain kampanye terbuka, penayangan iklan layanan masyarakat, dan lomba masak serba ikan.

Sampai saat ini, GEMARIKAN terus berkembang serta diadopsi oleh beberapa pemerintah provinsi/ kabupaten/ kota, pelaku usaha, organisasi masyararakat dan kementerian/lembaga terkait. Beberapa kegiatan Gemarikan diantaranya Pameran produk kelautan dan perikanan di dalam negeri, lomba masak serba ikan tingkat nasional, bazaar produk dan kuliner perikanan, kerjasama mitra gemarikan, lomba inovasi menu masakan ikan, festival perikanan nusantara dalam rangka Hari Ikan Nasional 21 November, pembentukan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) tingkat daerah dan pusat, Rakor Gemarikan dan Forikan.

“Harapan kami, peningkatan konsumsi ikan menjadi komitmen kita bersama dalam meningkatkan kualitas SDM dan untuk menyerap produksi ikan yang dihasilkan nelayan dan pembudidaya lokal sehingga mendukung keberlangsungan usaha perikanan di Indonesia,” pungkas Agus.(red)