Press "Enter" to skip to content

Kompak! 4 Senator Jabar Serahkan Langsung Bantuan DPD RI Peduli ke Lokasi Bencana Bandung Barat

Social Media Share

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) kompak bersama-sama melakukan peninjauan sekaligus sekaligus menyerahkan bantuan DPD RI Peduli berupa kebutuhan pokok dan uang senilai Rp50 juta bagi para korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (31/1/2026). (Foto: DPD RI)

BANDUNG BARAT, NP– Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) kompak bersama-sama melakukan peninjauan korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (31/1/2026).

Empat senator dari Jawa Barat yaitu Alfiansyah Komeng, Jihan Fahira, Aanya Rina Casmayanti dan Agita Nurfianti juga sekaligus memberikan bantuan DPD RI Peduli berupa kebutuhan pokok dan uang senilai Rp50 juta bagi para korban.

Menurut Agita, kegiatan ini merupakan inisiatif keempat Anggota DPD RI asal Jabar tersebut.

Kegiatan tersebut dilakukan atas koordinasi dengan berbagai pihak, yaitu Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah, perangkat desa setempat, dan pihak-pihak lainnya. Kegiatan ini diawali dengan kunjungan ke Posko PMI di Cimahi. Hadir mendampingi Wakil Ketua PMI Provinsi Jabar Ruhanda hingga ke lokasi bencana.

Berdasarkan data Posko di lokasi bencana per hari ini Pukul 06.00 WIB, di jalur longsor tersebut terdapat sebanyak 48 rumah terdampak, terdiri dari 52 KK dan 158 jiwa. Adapun data korban menunjukkan 60 orang meninggal dunia, 20 orang hilang, 78 orang selamat, dan 112 KK/353 jiwa mengungsi.

“Atas nama pribadi dan sebagai Anggota DPD RI, saya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh warga yang terdampak bencana ini. Musibah ini tentu bukanlah hal yang kita inginkan, namun kita harus menerimanya dengan ketabahan dan semangat untuk bangkit Kembali,” ujar Agita.

“Hadirnya kami di sini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab DPD RI untuk senantiasa berada di tengah-tengah masyarakat, terutama saat saudara-saudara kita sedang menghadapi masa sulit. Bantuan yang kami salurkan hari ini memang tidak sebanding dengan kerugian yang dialami, namun kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan menjadi penyemangat bagi Bapak dan Ibu semua,” tambahnya

Berdasarkan data Posko bencana juga, PMI melakukan respon berupa distribusi bantuan, pertolongan pertama, layanan Kesehatan, dapur umum, standby petugas Posko dan mobil ambulans selama 24 jam, assessment, dan evakuasi. Armada yang dikerahkan sebanyak tiga mobil ambulans, dua mobil pick up, dan lima sepeda motor. Adapun personel yang dikerahkan sebanyak 64 orang.

Bantuan pelayanan terdiri dari family kit, hygent kit (sabun dan sebagainya) 173 paket, perlengkapan bayi, makanan cepat saji, peralatan dapur, perlengkapan sekolah, air bersih, terpal/tikar, kantong jenazah 31 buah, pelayanan Kesehatan 121 paket, obat-obatan, desinfektan 201 liter, dan perkakas 28 buah.

“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi dan terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang telah bergerak cepat dalam penanganan bencana ini—mulai dari aparat pemerintah, relawan, tenaga medis, hingga masyarakat yang saling bahu-membahu membantu sesama. Inilah wujud nyata semangat gotong royong bangsa Indonesia,” ujar Agita.

Sementara itu disampaikan Kepala Desa Pasirlangu Nur Awaludin Lubis, selain Masyarakat setempat, juga terdapat BPBD yang hadir sebagai saksi mata saat detik-detik terjadinya bencana.

“Longsornya terjadi dari puncak gunung. Diawali dengan adanya suara gemuruh yang keras. Lalu terjadilah longsor. Diperkirakan 20 hektar luas lahan yang rusak,” ujar Suheri dari BPBD.

Agita mengatakan, bencana alam seperti tanah longsor ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kewaspadaan, kesiapsiagaan, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Ke depan, ia mendorong agar upaya mitigasi bencana dapat terus ditingkatkan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, agar risiko bencana dapat diminimalkan.(har)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *