Irjenal TNI AL Laksamana Madya TNI Achmad Wibisono menerima penjelasan dari Danseskoal Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo saat meninjau fasilitas simulasi pendidikan Pasis Seskoal di Cipulir, Jakarta Selatan, Jumat (16/1/2026).(Foto: Ist)
JAKARTA, NP – Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo mendampingi Inspektur Jenderal Angkatan Laut (Irjenal) Laksamana Madya TNI Achmad Wibisono meninjau fasilitas Joint Operation Planning Room (JOPR), Naval Operation Planning Room (NOPR), dan War Game System (WGS) di lingkungan Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (16/1/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Danseskoal menjelaskan fungsi serta peran strategis masing-masing fasilitas dalam mendukung proses pendidikan Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoal. Menurutnya, JOPR, NOPR, dan WGS merupakan sarana utama yang dirancang untuk menunjang pembelajaran berbasis simulasi operasi militer.
“JOPR merupakan simulasi perencanaan operasi gabungan, sementara NOPR digunakan sebagai sarana simulasi perencanaan operasi laut,” ujar Ariantyo di sela-sela kegiatan peninjauan. Ia menambahkan, “Adapun WGS adalah sistem simulasi perang yang digunakan untuk melatih serta meningkatkan kemampuan strategi, taktik, dan pengambilan keputusan dalam situasi perang maupun operasi militer.”
Lebih lanjut, Ariantyo menegaskan bahwa pemanfaatan WGS di Seskoal sangat penting dalam membekali para Pasis menghadapi tantangan operasi laut modern. “Melalui WGS, Pasis Seskoal dapat mengasah kemampuan analisis dan kepemimpinan dalam menghadapi skenario perang laut yang kompleks dan dinamis,” katanya.
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya Irjenal TNI AL untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendidikan di Seskoal agar tetap selaras dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia TNI Angkatan Laut yang profesional dan berdaya saing. (red)







Be First to Comment