Single “(Jangan) Jatuh Cinta. Foto : dok. ig@deelestari
Jakarta, Narasipos – Dee Lestari meluncurkan Single “(Jangan) Jatuh Cinta”. Bagi Dewi Lestari Mangunsong, Wanita kelahiran 20 Januari 1976, peluncuran ini menjadi penanda kembalinya setelah sekian lama bergerak lebih senyap sebagai penulis.
Lagu ini membuka jalan menuju album solo ketiganya, sekaligus menegaskan bahwa musik tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan kreatif Dee.
Karier musik Dee telah dimulai jauh sebelum namanya dikenal luas di dunia literasi. Bersama Rida Sita Dewi, ia membangun fondasi musikal pada 1990-an, lalu memperkuat identitas solonya lewat *Out of Shell* dan *Rectoverso*. Pendekatan personal dan lirik puitis menjadi benang merah dalam setiap karyanya.
Seiring berjalannya waktu, kesibukan di dunia kepenulisan membuat Dee lebih jarang merilis karya musik. Namun lagu-lagunya tetap hidup, baik melalui “Malaikat Juga Tahu” maupun karya-karya yang ia tulis untuk musisi lain lintas generasi.
Titik balik terjadi pada 2024 ketika Dee kehilangan ayahnya. Dalam masa duka tersebut, bernyanyi menjadi ritual personal yang dilakukan hampir setiap malam. Dari keheningan itu, musik kembali hadir sebagai ruang pemulihan emosional.
Pengalaman tersebut mengantarkan Dee pada keputusan untuk kembali berkarya secara serius. Tahun 2025 menjadi awal proses penggarapan album solo ketiganya bersama tim manajemen dan kreatif yang telah lama mendampinginya.
Lagu “(Jangan) Jatuh Cinta” dipilih sebagai pembuka karena merepresentasikan tema yang sederhana namun mendalam. Pertarungan antara logika dan perasaan dihadirkan secara jujur, tanpa dramatisasi berlebihan.
Untuk mengolah nuansa tersebut, Dee menggandeng Rendy Pandugo sebagai produser dan Teddy Adhitya sebagai vocal director. Aransemen hangat dan intim dibangun dengan gitar lembut dan harmoni vokal yang menyatu dengan cerita lagu.
Dirilis di berbagai platform digital, “(Jangan) Jatuh Cinta” menjadi penanda penting bahwa Dee Lestari kembali ke musik bukan sekadar nostalgia, melainkan sebagai fase baru yang lahir dari pengalaman hidup yang nyata.(Wepe)







Be First to Comment